Kapal Ferry Terbakar di Filipina, 29 Orang Tewas

Kapal ferry MV Lady Mary Joy 3 kandas setelah terbakar di dekat kota Hadji Muhtamad, Provinsi Basilan, Filipina Rabu (29/3) malam. Kapal ini dalam perjalanan ke Jolo, Sulu. FOTO: Philippine Coast Guard (PCG)

Darilaut – Kapal ferry MV Lady Mary Joy 3 terbakar di perairan provinsi Basilan, Filipina, Rabu (29/3) malam. Sebanyak 29 orang penumpang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Mengutip Kantor Berita Filipina, PNA, dalam keterangan pers Jumat (31/3), Perwakilan Distrik 4 Cavite Elpidio Barzaga Jr. mengatakan Penjaga Pantai Filipina (PCG) dan Otoritas Industri Maritim harus menjelaskan jika kapal kelebihan muatan. Hal ini karena sebagian besar kecelakaan laut yang terjadi sebelumnya karena kejadian seperti itu.

Barzaga mengatakan masih mengingat penyelidikan Komite Transportasi tentang tenggelamnya M/V Princess of the Stars di lepas pantai San Fernando, Romblon, pada bulan Juni 2008 di puncak topan yang merenggut nyawa lebih dari 800 orang. Sekarang tragedi ini terjadi lagi di Basilan.

Pemberlakuan undang-undang tentang tindakan Kode Maritim adalah salah satu rekomendasi panel transportasi setelah penyelidikannya atas tragedi kapal ferry milik perusahaan pelayaran Filipina Sulpicio Lines tahun 2008.

“Apa yang dilakukan Penjaga Pantai? Jika ada begitu banyak penumpang, apakah mereka tidak memeriksa apakah kapal kelebihan muatan? Kedua, apakah sudah ada tindakan untuk menghentikan jalur pelayaran mengoperasikan ferry lainnya karena kejadian ini?” kata Barzaga, mengutip PNA.

Walikota Hadji Muhtamad, Provinsi Basilan, Arsina Kahing-Nanoh mengatakan manifes ferry tidak akurat. Hal ini mempersulit pihak berwenang untuk melakukan operasi pencarian, penyelamatan dan pertolongan.

Catatan PCG menunjukkan hanya ada 205 penumpang. Namun, 195 orang sudah berhasil diselamatkan, belum termasuk jumlah yang meninggal, yang berarti jumlahnya tidak sesuai.

Barzaga juga menyesalkan bahwa insiden maritim terbaru terjadi setelah tenggelamnya kapal MT Princess Empress pada 28 Februari di lepas pantai Naujan, Oriental Mindoro. Insiden ini menyebabkan tumpahan minyak besar-besaran yang telah mencapai provinsi lain.

“Kita bahkan belum pulih dari insiden tumpahan minyak dan sekarang, ini terjadi. Ini lagi,” kata anggota parlemen senior itu.

Pihak berwenang masih menyelidiki laporan bahwa api berasal dari unit pendingin udara.

Kapal MV Lady Mary Joy 3 sedang dalam perjalanan ke Jolo, Sulu dari Kota Zamboanga ketika terbakar sebelum tengah malam.

Mengutip Kantor Berita Associated Press (AP) kebakaran terjadi di kapal ferry di Filipina selatan menewaskan sedikitnya 31 dari sekitar 250 penumpang dan awak, kata para pejabat Kamis (30/3).

Gubernur Basilan Jim Hataman mengatakan tim penyelamat masih mencari setidaknya tujuh orang hilang.

Hataman mengatakan kapal ferry yang terbakar ditarik ke dekat pantai Basilan, 18 mayat dari 31 korban ditemukan di bagian kabin penumpang.

“Korban ini tewas di atas kapal karena kebakaran,” kata Hataman. Mungkin lebih banyak orang yang tidak terdaftar di manifest kapal ferry tersebut.

Nakhoda kapal ferry mengatakan kepada Petugas Penjaga Pantai telah mencoba mendekatkan kapal ke pantai untuk memungkinkan lebih banyak orang bertahan atau diselamatkan, kata komandan penjaga pantai regional Rejard Marfe. Api berkobar sekitar delapan jam.

Sumber: Pna.gov.ph dan Apnews.com (AP)

Exit mobile version