Kepala BLUD UPTD KKP Kepulauan Raja Ampat Hasan Makasar, mengatakan, perjanjian kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi melalui kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai pihak.
Kemitraan dengan YKAN langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di Raja Ampat.
“Kami ingin memastikan bahwa upaya perlindungan keanekaragaman hayati berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta terjaganya nilai-nilai adat yang menjadi landasan pengelolaan sumber daya alam di Raja Ampat selama ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga Raja Ampat memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat adat, mitra pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Raja Ampat merupakan warisan alam yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang sangat tinggi. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan kawasan konservasi mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi kelestarian sumber daya laut maupun bagi kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem pesisir dan laut, kata Absalom.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama memastikan Raja Ampat tetap menjadi salah satu kawasan konservasi laut terbaik di dunia, di mana kekayaan keanekaragaman hayati, kearifan masyarakat adat, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun mendatang.



