Darilaut – Kebakaran hutan berkepanjangn terus terjadi di seluruh Indonesia. Kebakaran parah tersebut berdampak langsung pada hutan dan lahan gambut kaya karbon di seluruh Indonesia, serta menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.
Pada bulan Juli dan Agustus, Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat lebih dari 50.000 kasus infeksi saluran pernapasan yang terkait dengan kejadian ini, termasuk lebih dari 12.000 kasus pada anak-anak di bawah usia lima tahun.
Copernicus, komponen Pengamatan Bumi dalam program antariksa Uni Eropa bertujuan memantau lingkungan, menampilkan titik api dan sebaran asap di Kalimantan Barat.
Citra ini (seperti gambar yang ditampilkan) diambil oleh salah satu satelit Copernicus Sentinel-2 pada tanggal 2 September 2026, memperlihatkan sejumlah titik api di sekitar Ketapang, Kalimantan Barat.
Titik api yang aktif tampak sebagai area berwarna oranye kemerahan, sementara kepulan asap tebal berwarna abu-abu keputihan membentang ke arah barat menuju pesisir dan melintasi bentang alam di sekitarnya.
Aplikasi Fire Emissions Watch dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menyediakan informasi terkini mengenai aktivitas kebakaran hutan dan emisi yang dihasilkannya, sehingga membantu dalam menilai dampaknya terhadap komposisi atmosfer dan kualitas udara.
