Darilaut – Kebakaran dahsyat melanda sebagian wilayah Indonesia akibat kondisi kering yang berkepanjangan.
Copernicus, komponen Pengamatan Bumi dalam program antariksa Uni Eropa bertujuan memantau lingkungan, menampilkan sebaran asap kebakaran di Sumatra bagian selatan dan Pulau Kalimantan.
Asap telah menyebar ke wilayah sekitarnya di Asia Tenggara, termasuk negara tetangga Malaysia dan Singapura. Penurunan kualitas udara menyebabkan penutupan sekolah.
Visualisasi didasarkan pada data Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) dan dibuat menggunakan aplikasi Fire Emissions Watch yang baru saja diluncurkan.
Melalui visualisasi ini memperlihatkan sebaran asap di wilayah Indonesia, Malaysia, dan sekitarnya pada tanggal 25 Agustus 2026.
Area berwarna ungu lebih pekat menunjukkan lokasi dengan konsentrasi asap yang lebih tinggi di atmosfer.
Sebaran asap yang ditampilkan CAMS juga mencakup sejumlah wilayah di Papua.
CAMS menyediakan pemantauan dan prakiraan kualitas udara serta komposisi atmosfer—termasuk pergerakan asap akibat kebakaran—yang mendekati waktu nyata (near-real-time).
Data ini mendukung penyusunan imbauan kesehatan masyarakat, pengambilan keputusan terkait penutupan sekolah dan tempat kerja, serta penilaian paparan penduduk terhadap partikulat halus.



