Sabtu, Oktober 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

redaksi
28 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

Seorang anak laki-laki melihat kerusakan akibat banjir bandang di sepanjang Sungai Trishuli di distrik Nuwakot, Nepal, Rabu, 26 Agustus 2026. FOTO: AP VIA ALJAZEERA.COM

Darilaut – Kehancuran menyelimuti setelah bencana banjir dahsyat dan tanah longsor Himalaya di Nepal dan Tibet, Cina. Sedikitnya, 17 ribu anak terdampak bencana tersebut di Nepal.

Hingga Kamis (28/8) ratusan orang masih dinyatakan hilang di Nepal dan Tibet. Banjir bandang dahsyat telah menyapu bersih dan memutus akses ke berbagai wilayah permukiman; jalan, jembatan, fasilitas pembangkit listrik tenaga air, sistem air, dan jaringan telekomunikasi mengalami kerusakan parah.

Hal ini menyebabkan wilayah terdampak sulit dijangkau dan menghambat penyaluran bantuan penyelamat jiwa, demikian disampaikan oleh Dana Anak-anak PBB (UNICEF) pada hari Kamis.

Setidaknya 17.000 anak terdampak oleh banjir bandang dahsyat yang menerjang distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading di Nepal.

“Anak-anak di seluruh wilayah Rasuwa dan Dhading menyaksikan kehidupan mereka seolah hanyut begitu saja di depan mata dalam waktu yang sangat singkat, dengan rusaknya rumah, ruang kelas, dan fasilitas medis,” kata Alice Akunga, Perwakilan UNICEF untuk Nepal, seperti dikutip dari UN News.

“Terlalu banyak yang kehilangan nyawa dan orang-orang terkasih. Dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah, kita tahu tragedi ini masih jauh dari kata usai. Anak-anak yang selamat dari banjir kini menghadapi risiko penyakit, malnutrisi, kekerasan, dan eksploitasi yang lebih tinggi.”

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Banjir BandangBanjir HimalayaBanjir NepalPBBTanah LongsorTibet
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

Next Post

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Postingan Terkait

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

17 Oktober 2026
Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

17 Oktober 2026

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

El Niño Menjadi Sorotan Utama pada Hari Pangan Sedunia

Badai Tropis Champi Terbentuk di Timur Tenggara Guam

Next Post
Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

TERBARU

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

AmsiNews

REKOMENDASI

TNI Angkatan Laut Patroli Gabungan di Pulau Bagan Belanda

2,5 Juta Orang Menderita dan 113 Jiwa Meninggal Dunia Karena Bencana Alam di Indonesia

UNEP Luncurkan Nominasi Penghargaan Lingkungan Tertinggi PBB

PANDI Inisiasi AI SIRT Tangani Abuse AI dan Bangun Analitik.id

Ini Penjelasan Kepala BPSPL Makassar Soal 30 Turis Mengerubuti Seekor Hiu Paus di Gorontalo

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi UNG Raih Akreditasi Unggul

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.