Darilaut – Musim kemarau yang berdampak pada kekeringan makin meluas di Provinsi Gorontalo. Warga yang tersebar di 12 kecamatan di tiga kabupaten mengalami kesilitan air bersih.
Data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Gorontalo hingga Senin (3/8) pukul 20.00 Wita, sebanyak 7.276 jiwa di tiga kabupaten terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo, Hifny Tegela, mengatakan BPBD bersama pemerintah kabupaten dan lintas instansi terus melakukan distribusi air bersih sebagai langkah penanganan darurat.
Kami terus memperbarui data wilayah terdampak sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sesuai hasil asesmen dan laporan dari pemerintah daerah, kata Hifny, pada Selasa (4/8).
Sebaran wilayah terdampak di Kabupaten Kabupaten Bone Bolango di Kecamatan Bone Pantai 315 KK (1.151jiwa), Kecamatan Suwawa Selatan 227 KK (908 jiwa), Kecamatan Kabila Bone (Desa Modelomo) 120 KK (219 jiwa), Kecamatan Bulango Timur 7 KK (19 jiwa), Kecamatan Tilongkabila 117 KK (424 jiwa), Kecamatan Suwawa Tengah 11 KK (44 jiwa).
Kabupaten Gorontalo di Kecamatan Boliyohuto 495 KK (1.624 jiwa), Kecamatan Tibawa 190 KK (570 jiwa), Kecamatan Pulubala 175 KK, Kecamatan Bongomeme 617 KK, Kecamatan Tabongo 70 KK.
Kabupaten Gorontalo Utara di Kecamatan Tomilito, Desa Bulango Raya 296 KK (916 jiwa), Desa Molontadu 369 KK (1.174 jiwa).
Secara keseluruhan, BPBD Provinsi Gorontalo mencatat sedikitnya 7.276 jiwa terdampak kekeringan di tiga kabupaten, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan di sejumlah desa belum selesai.
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD kabupaten, Dinas Sosial, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI/Polri, PMI, PDAM, serta pemerintah daerah terus mengoptimalkan distribusi air bersih.
Pada Senin (3/8), tim gabungan menyalurkan 60.000 liter air bersih kepada masyarakat di Desa Batu Hijau dan Desa Tongo, Kecamatan Bone Pantai.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit sumber air. Data distribusi air bersih juga menunjukkan penanganan terus diperluas dibanding pembaruan sebelumnya.
