Mahasiswa KKN UNG Beri Pembekalan Cara Mengidentifikasi Hoaks Bagi Pelajar di Randangan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi pelajar di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. FOTO: NOVITA J. KIRAMAN

Darilaut – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, memperoleh pembekalan cara mengidentifikasi hoaks atau informasi bohong (palsu).

Pelatihan ini diberikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang ditempatkan di Desa Banuroja.

Dalam pelatihan ini, para siswa diperkenalkan dengan berbagai aspek penting TIK, mulai dari penggunaan internet yang aman, etika dalam berkomunikasi online, hingga cara mengidentifikasi hoaks. Pelatihan diikuti siswa-siswi SMP 5 Satap Randangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara bijak dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era digital, serta menghindari dampak negatif yang mungkin terjadi akibat penyalahgunaan teknologi informasi.

Mahasiswa KKN UNG juga memberikan panduan praktis tentang bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar, seperti menggunakan aplikasi pembelajaran dan sumber daya online secara efektif.

Koordinator pelatihan, Siti Arahma Damopolii, mengatakan, kegiatan ini merupakan respons terhadap maraknya penggunaan teknologi di kalangan remaja yang seringkali tidak diiringi dengan pemahaman yang cukup tentang dampak negatifnya.

“Kami ingin memastikan bahwa generasi muda di Desa Banuroja dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab, sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa terjerumus pada hal-hal yang dapat merugikan diri mereka sendiri,” ujar Siti.

Menurut salah satu peserta, Tirta Loka, pelatihan ini sangat bermanfaat baginya.

“Saya jadi lebih tahu bagaimana cara menggunakan internet dengan aman dan tidak sembarangan menerima informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Selain itu, kata Tirta, mereka memperoleh cara menggunakan teknologi untuk belajar, bukan hanya untuk bermain game.

Kepala Sekolah SMP 5 Satap Randangan, I Ketut Suardika, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN dalam mengadakan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan siswa,” kata I Ketut.

Dengan terlaksananya pelatihan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif UNG berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan TIK, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam kemajuan desa dan masyarakat di era digital. (Novita J. Kiraman)

Exit mobile version