Konflik Laut Merah, Sekjen PBB Meminta Semua Pihak Tidak Memperburuk Situasi

Serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah sangat mengganggu pelayaran internasional. FOTO: Unsplash/ANGUS GRAY/UN NEWS

Darilaut – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta semua pihak yang terlibat untuk tidak semakin memperburuk situasi demi kepentingan perdamaian dan stabilitas di Laut Merah (Red Sea) dan kawasan yang lebih luas.

UN News melaporkan Guterres juga mendesak negara-negara untuk menghindari eskalasi situasi di Laut Merah, di mana pemberontak Houthi di Yaman menyerang kapal-kapal komersial di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza.

Seruan Sekjen PBB tersebut disampaikan sehari setelah Amerika Serikat dan Inggris, dengan dukungan negara-negara lain, melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Yaman.

Dewan Keamanan PBB bertemu di New York untuk membahas krisis ini, hanya beberapa hari setelah mengadopsi resolusi yang menuntut diakhirinya serangan Houthi.

Sekretaris Jenderal menggarisbawahi bahwa resolusi 2722 harus dihormati sepenuhnya, kata juru bicaranya dalam sebuah pernyataan.

“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa serangan terhadap pelayaran internasional di kawasan Laut Merah tidak dapat diterima karena membahayakan keselamatan dan keamanan rantai pasokan global dan berdampak negatif pada situasi ekonomi dan kemanusiaan di seluruh dunia,” katanya.

Selain itu, semua Negara Anggota yang melindungi kapal mereka dari serangan harus melakukan hal tersebut “sesuai dengan hukum internasional, sebagaimana diatur dalam Resolusi.”

Sekretaris Jenderal menekankan perlunya menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi di Yaman sendiri. “Beliau menyerukan agar segala upaya dilakukan untuk memastikan bahwa Yaman mengupayakan jalan menuju perdamaian” dan upaya yang telah dilakukan sejauh ini untuk mengakhiri konflik di Yaman tidak boleh sia-sia.

Exit mobile version