Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak yang menjadi prioritas, Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di Halim Perdanakusuma per Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB melaporkan pendistribusian 147 ton bantuan logistik melalui 10 sorti penerbangan.
Jumlah tersebut terbagi atas 70 ton yang dikirim ke Labuan Bajo dan 77 ton ke Maumere.
Secara kumulatif sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan, dengan rincian 651 ton ke Labuan Bajo dan 303 ton ke Maumere.
Sementara itu, jumlah personel gabungan yang terlibat dalam penanganan darurat sejak hari pertama gempa terjadi hingga kini tercatat ribuan orang. Pos Pendamping Nasional merilis jumlah personel, diantaranya dari TNI 5.832 personel, Polri 238 personel, relawan 903 orang dari 104 organisasi. Angka tersebut belum termasuk sejumlah tim yang diterjunkan kementerian dan lembaga, termasuk BNPB.
Dukungan Sektor Kesehatan
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, mengatakan, pada hari ke-8 pelayanan medis diperkuat dengan kehadiran KRI dr. Suharso 990 yang bersandar di Pelabuhan Reo. Para personel kapal milik TNI Angkatan Laut ini kemudian membangun RS lapangan di dua tempat berbeda, yaitu di lapangan Waso dan Wangkong. Keduanya berada di Kecamatan Reok, Manggarai.



