Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

redaksi
10 Maret 2025
Kategori : Berita
0
Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

Karya-karya Pramoedya Ananta Toer. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Karya-karya Pramoedya Ananta Toer (Pram) terutama Tetralogi Buru, menyajikan dan menawarkan perspektif sejarah yang berbeda dari narasi dominan.

Pram menampilkan tokoh-tokoh yang terpinggirkan dan menyoroti bagaimana sistem kolonial bekerja sebagai totalitas yang menindas. Narasi Pram juga bersifat polyphonic, yakni memberi ruang bagi berbagai suara dan perspektif yang menantang versi sejarah resmi.

“Pram menyoroti bahwa Indonesia lahir dari imajinasi kolektif tentang perlawanan terhadap kolonialisme, bukan karena kesamaan etnis atau bahasa,” ujar sejarawan dan aktivis Hilmar Farid, dalam diskusi sastra “Seratus Tahun Pramoedya Ananta Toer: Dari Sastra ke Sejarah, dari Kemanusiaan ke Perlawanan”, yang berlangsung Kamis (6/3).

Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia Komisariat Nusa Tenggara Barat (HISKI NTB).

Hilmar menjelaskan dalam bukunya Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Pram mengkritik kegagalan revolusi akibat kurangnya kesatuan visi dan kemiskinan imajinasi. Yaitu ketidakmampuan membayangkan tatanan kehidupan yang benar-benar baru.

Kritik ini relevan dalam berbagai krisis yang terus berulang, dari eksploitasi sumber daya hingga ketidakadilan sosial.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINPramoedya Ananta Toer
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Menggali Gagasan Sejarah dan Kemanusian dari Karya Sastra Pramoedya Ananta Toer

Next Post

Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

Postingan Terkait

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

6 Oktober 2026
Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

5 Oktober 2026

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Next Post
Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

TERBARU

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

AmsiNews

REKOMENDASI

Tiket Kapal Laut dapat Dibeli Secara Online

6 Penyu Tersangkut Jaring di Kepulauan Seribu

BMKG dan Pemerintah Perancis Bangun Infrastruktur Sistem Meteorologi Maritim

Naskah Seruan Penanggulangan Destructive Fishing dan Illegal Fishing di Gorontalo Utara

Bahaya Hujan Es Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Sinyal Positif Black Box Lion Air, Kendala Arus dan Lumpur Bawah Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.