Menurut para ahli membatasi emisi gas rumah kaca yang menghangatkan planet akan membantu membatasi peristiwa cuaca yang lebih drastis di seluruh dunia, termasuk di negara Asia Selatan ini.
“Dalam beberapa dekade terakhir, kami tidak pernah menyaksikan hujan lebat yang tidak biasa di Pakistan,” kata ilmuwan Shahla Gondal, sembari menambahkan bahwa pihak berwenang tidak memiliki perlengkapan yang memadai dan “tidak tahu bagaimana menangani” bencana banjir.
Mengutip Aljazeera.com (19/8) Pakistan berada di peringkat kedelapan di antara negara-negara yang paling rentan terhadap krisis iklim meskipun berkontribusi kurang dari satu persen terhadap emisi karbon global, menurut Indeks Risiko Perubahan Iklim 2021.
Banjir di Sudan
Mengutip AP, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Sudan sejak awal musim hujan di negara itu pada Mei telah meningkat menjadi 89 orang, kata seorang pejabat Selasa, saat hujan terus menggenangi desa-desa di seluruh negara Afrika timur itu.
Juru bicara Dewan Nasional Pertahanan Sipil Sudan, Jenderal Abdul-Jalil Abdul-Rahim, mengatakan sedikitnya 36 orang telah terluka sejak Mei. Sekitar 20.000 rumah telah “hancur total” di seluruh negeri dan lebih dari 30.000 rusak sebagian.
PBB mengatakan lebih dari 146.200 orang terkena dampak banjir. Rekaman yang ditayangkan oleh media lokal menunjukkan air yang naik menenggelamkan desa-desa.





Komentar tentang post