Pemilu adalah ajang persaingan yang ketat, karena ketatnya persaingan, maka penyelenggara pemilu harus hati-hati dan harus menguasai data, informasi, serta fakta.
Penyelenggara pemilu harus menyiapkan data, informasi dan fakta sebagai bahan untuk melakukan klarifikasi.
“Kalau data saja tidak tahu ya repot. Informasi harus cepat, tidak boleh lambat karena media sosial hitungannya detik. Kalau informasinya lambat bagaimana kita menghadapi perang cyber,” ujarnya.
Hasyim berpesan agar strategi kehumasan yang selama ini sudah dipelajari dan yang akan dibahas dalam rakor ini dapat diterapkan dalam rangka untuk memastikan, penyelenggara pemilu siap tempur, siap bekerja, siap menghadapi berbagai situasi menuju hari H pemilu.
Rakor yang digelar tiga hari menghadirkan sejumlah narasumber, Kemkominfo, Google Indonesia, Youtube Indonesia, Drone Emprit, pakar komunikasi krisis digital, dan pakar strategi komunikasi.




