Darilaut – Kapal angkatan laut China mengganggu pesawat militer Australia dengan mengarahkan laser saat sedang terbang di Laut Arafura, utara Australia.
Melansir Reuters.com (19/2) Departemen Pertahanan Australia, Sabtu (19/2) mengatakan laser yang menerangi pesawat militer tersebut berpotensi membahayakan keselamatan.
Dalam sebuah pernyataan, menurut Departemen Pertahanan Australia, P-8A Poseidon –sebuah pesawat patroli maritim — mendeteksi laser yang berasal dari kapal People’s Liberation Army – Navy (PLA-N) atau Tentara Pembebasan Rakyat – Angkatan Laut.
Laser yang diarahkan kapal China ke pesawat patroli maritim tersebut adalah insiden keselamatan yang serius.
“Tindakan seperti ini berpotensi membahayakan nyawa. Kami mengutuk keras tindakan militer yang tidak profesional dan tidak aman,” kata Departemen Pertahanan Australia.
Saat kejadian, kapal China sedang berlayar ke timur dengan kapal PLA-N lain melalui Laut Arafura. Lokasi kejadian terletak di antara pantai utara Australia dan pantai selatan New Guinea.
Departemen pertahanan mengatakan bahwa kedua kapal tersebut telah transit melalui Selat Torres dan berada di Laut Coral.
Sebagai mitra dagang utama, hubungan antara Australia dan China memburuk setelah Canberra melarang Huawei Technologies [RIC:RIC:HWT.UL] dari jaringan broadband 5G pada tahun 2018.
Australia memperketat undang-undang terhadap campur tangan politik asing dan mendesak penyelidikan independen atas asal-usul Covid-19.
Serangan laser terhadap pilot Australia pernah dilaporkan Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada 2019. Kapal-kapal maritim China memulai serangkaian serangan laser terhadap pilot Australia saat terbang di atas Laut China Selatan.
