Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Laut yang Tersinari, Ekosistem yang Terancam: Krisis Perikanan Cumi di Atlantik Barat Daya

Novita J. Kiraman
15 Oktober 2025
Kategori : Berita, Konservasi
0
Laut yang Tersinari, Ekosistem yang Terancam: Krisis Perikanan Cumi di Atlantik Barat Daya

GAMBAR: Observatorium Bumi NASA/Pusat Data Geofisika Nasional NOAA34

Darilaut – Cahaya lampu yang berkilauan di perairan “Mile 201”, tepat di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Argentina, tampak seperti kota terapung di tengah laut. Dari luar angkasa, pemandangan itu terlihat menakjubkan, tetapi di balik cahaya tersebut tersembunyi ancaman ekologis yang serius. Laporan terbaru Environmental Justice Foundation (EJF) mengungkap meningkatnya aktivitas penangkapan cumi-cumi tanpa pengaturan di Atlantik Barat Daya yang berpotensi memicu krisis lingkungan global.

Spesies yang menjadi target utama, cumi-cumi sirip pendek Argentina (Illex argentinus), memiliki peran vital dalam rantai makanan laut. Hewan ini menjadi sumber pangan bagi paus, anjing laut, burung laut, hingga ikan komersial seperti hake dan tuna. Namun, eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh ratusan kapal laut jarak jauh, mayoritas berbendera Tiongkok telah menekan populasi cumi-cumi hingga ke titik rawan.

Menurut EJF, antara tahun 2019 hingga 2024, jam penangkapan di wilayah Mile 201 meningkat hingga 65 persen, dengan 90 persen aktivitas dikendalikan oleh kapal asal Tiongkok. Padahal, tidak ada pengawasan regional ataupun batas tangkapan yang ditetapkan di perairan ini. Para ahli memperingatkan bahwa satu musim penangkapan berlebih saja dapat memicu keruntuhan populasi cumi-cumi, mengacaukan keseimbangan ekosistem laut dan mengancam keanekaragaman hayati kawasan Atlantik Selatan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Atlantik Barat Dayacumi-cumi sirip pendek ArgentinaZona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Tahun 2024 Terjadi 393 Bencana Mengakibatkan 16.700 kematian dan Kerugian US$240 miliar

Next Post

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Laut Filipina

Postingan Terkait

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

21 Juli 2026
2024 Tahun Terpanas, Bagaimana di Tahun 2025?

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

21 Juli 2026

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Next Post
Bibit 90W dan 91W Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Laut Filipina

TERBARU

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

AmsiNews

REKOMENDASI

Keanekaragaman Spesies di Habitat Air Tawar Sangat Tinggi

Badai Siklon Terbentuk di Dekat Myanmar dan Bangladesh

Teknologi Penginderaan Jauh, SAR Cocok Dioperasikan di Indonesia

Topan Dahsyat Yinxing Mendarat di Santa Ana Filipina

Manfaat Air Hujan di Tengah Menguatnya Fenomena La Nina

UNEP Mencari Kaum Muda yang Dapat Mengatasi Krisis Tiga Planet

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.