Darilaut – Lebih dari 100 ribu warga di Kota Miyakojima dan Kota Ishigaki diminta untuk mengungsi saat topan Hinnamnor mendekati wilayah itu, Sabtu (3/9). Di Taiwan selain sejumlah warga mengungsi, tercatat 181 kejadian kerusakan akibat topan Hinnamnor.
Hinnamor saat ini berada di dekat Pulau Tarama atau di antara Kota Miyakojima dan Kota Ishigaki, Jepang.
Mengutip NHK (Nippon Hoso Kyokai) Sabtu, Kota Miyakojima mengeluarkan perintah evakuasi untuk semua penduduk berjumlah 55.541 orang di 29.295 rumah tangga.
Kota Ishigaki juga menginstruksikan semua penduduk sebanyak 49.651 di 25.642 rumah tangga untuk mengungsi.
Japan Airlines telah membatalkan 56 penerbangan, sedangkan ANA Holdings membatalkan 44 penerbangan untuk Sabtu dan 22 untuk Minggu (4/9).
Di Taiwan, Focustaiwan.tw melaporkan lebih dari 600 penduduk di daerah rawan bencana di New Taipei, Taoyuan dan Kabupaten Hsinchu telah dievakuasi ke tempat penampungan terdekat saat Topan Hinnamnor membawa hujan lebat dan angin kencang ke beberapa bagian negara itu.
Menteri Dalam Negeri Hsu Kuo-yung menyarankan masyarakat untuk tidak mengunjungi pantai, memancing, atau mendaki selama topan.
Mengutip Focustaiwan.tw hingga Sabtu pukul 3 sore, Topan Hinnamnor telah menyebabkan 181 kejadian kerusakan di seluruh Taiwan, menurut Central Emergency Operation Center (CEOC) Taiwan.
CEOC mencatat dari 181 kasus sebanyak 98 laporan pohon yang tumbang di pinggir jalan.
Prakiraan Biro Cuaca Pusat (Central Weather Bureau) menunjukkan topan akan meningkatkan kecepatan angin rata-rata di New Taipei, Keelung, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, Taichung, Yunlin, Chiayi, Tainan dan Pingtung menjadi 31-51 kilometer per jam, dengan hembusan 63-88 kilometer per jam, Sabtu siang hingga Minggu pukul 6 pagi.
Topan menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Miaoli, yang mengakibatkan bagian jalan pegunungan di kabupaten itu terputus dan menyebabkan kemacetan lalu lintas termasuk tiga bus wisata.
Sementara itu, beberapa komunitas di bagian utara Kota Jianshi melaporkan pemadaman listrik yang disebabkan oleh topan.
Karena gangguan dari angin kencang dan hujan, masyarakat yang berada di pegunungan bagian utara Kotapraja Jianshi tidak memiliki aliran listrik selama beberapa jam.
Topan Hinnamnor dengan nama Filipina “Henry” telah bergerak ke utara menuju Laut Cina Timur.
Menurut buletin PAGASA Filipina yang dikeluarkan Sabtu pukul 23.00 waktu setempat, topan Henry bergerak ke utara dan berada di wilayah Kepulauan Miyako, Ryukyu Selatan.
Perkiraan lintasan topan Henry akan terus bergerak ke utara atau barat laut dan keluar dari Area Tanggung Jawab Filipina (PAR) dalam waktu 6 jam. Sedikit intensifikasi mungkin masih terjadi saat Henry meninggalkan wilayah PAR di Laut Cina Timur.
Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan Hinnamnor terletak 382 km barat daya Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.
Hinnamnor melacak ke utara dan angin berada langsung di antara kedua pulau dan memasuki Laut Cina Timur.
Dalam 36 jam, sistem akan mencapai puncaknya dengan kecepatan angin 195 km per jam (105 knot) atau mungkin lebih tinggi. Dalam dua hari, Hinnamnor akan melacak ke arah timur laut.
Saat Hinnamnor melintasi pantai Korea Selatan dalam waktu sekitar 60 jam, akan berinteraksi dan menyatu dengan aliran di garis lintang tengah dan akan memulai transisi ekstra-tropis.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,8 meter (42 feet).
Sumber: Focustaiwan.tw, Nhk.or.jp, Straitstimes.com, PAGASA Filipina, dan Zoom.earth/JTWC
