Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Dampak kerusakan rumah dan infrastruktur pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6). FOTO: BPBD Provinsi Sulawesi Tengah/BNPB

Darilaut – Gempa bumi darat berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) siang. Lebih dari 1.200 unit rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi.

Upaya penanganan darurat dan pendataan masih dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan. Data sementara hingga Rabu (17/6) pagi, gempa telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga (KK) atau 5.784 jiwa.

Sebanyak 73 warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat. Adapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya.

Kabupaten Sigi masih menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa.

Data terkini, jumlah warga terdampak di wilayah tersebut mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa. Selain itu, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak, dan 30 unit rusak berat.

Pemerintah daerah setempat juga akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.

Menyikapi sejumlah peristiwa bencana yang terjadi BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.

Gempa Dangkal di Darat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa bumi tektonik M6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada (16/6) siang, jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sausu.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (normal fault).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS – 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB (10.27.44 Wita) dengan kedalaman 16 km.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS – 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.

Analisis BMKG mencatat, guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi.

Warga di wilayah Palolo, Sigi, merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI – VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V – VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV – V MMI.

Sesar Palolo

Berdasarkan parameter sumber, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar Palolo berarah baratlaut – tenggara dengan mekanisme sesar normal, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi.

Pusat Vulkanologi mengatakan lokasi episenter gempa bumi terletak di darat. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, pegunungan, dan gunung.

Exit mobile version