Lebih Dari 1,1 Juta Orang Terkena Dampak Tiga Topan di Filipina

Tim Pasukan Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard, PCG) membersihan pohon yang tumbang di jalan karena topan super Man-yi di Gigmoto, Catanduanes, pada Minggu 17 November 2024. FOTO: Philippine Coast Guard/PCG

Darilaut – Tiga topan yang menghantam Filipina di bulan November ini telah menyebabkan lebih dari 1,1 juta jiwa terkena dampak langsung.

Mereka ini mengungsi karena topan Toraji (nama Filipina Nika), topan Usagi (Ofel) dan topan Man-yi (Pepito).

Dewan Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Filipina mengatakan tiga siklon tropis berturut-turut yang melanda negara itu selama beberapa pekan terakhir sejauh ini telah mempengaruhi total 295.576 keluarga.

Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, dalam pembaruan Senin pukul 08.00, NDRRMC mengatakan jumlah 295.576 keluarga setara dengan 1.145.942 orang dari Wilayah 1, 2, 3, Mimaropa, Wilayah 5, dan Wilayah Administratif Cordillera (CAR). Hingga Senin pagi belum ada laporan kematian.

Sebanyak 104.830 keluarga atau 446.177 orang dibantu di dalam 2.717 pusat evakuasi sementara 66.681 keluarga atau 238.894 orang dibantu di luar.

Sementara itu, rumah-rumah yang dilaporkan rusak akibat tiga siklon sebanyak 7.838, tercatat di Wilayah 1,2,3, dan CAR.

Dari jumlah tersebut, 7.401 diklasifikasikan sebagai “rusak sebagian” dan 437 ditandai sebagai “rusak total”.

Kerusakan pertanian diperkirakan mencapai PHP8.640.199,46 di Wilayah 1 dan 3. Sementara itu, kerusakan infrastruktur PHP469.847.274,36 di Wilayah 2, 3, dan CAR.

Pada Senin pukul 11.00, menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) topan Man-yi telah melemah menjadi Badai Tropis Parah.

Topan Man-yi dengan nama Filipina “Pepito” kata PAGASA akan terus bergerak ke barat laut hari ini. Selanjutnya, siklon tropis akan berbelok lebih ke barat atau barat daya pada Selasa (19/11). Sistem ini akan terus melemah karena gelombang angin timur laut yang menciptakan lingkungan yang tidak menguntungkan.

Exit mobile version