Lebih Dari 29 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi di NTT, Pengungsi Bertambah Menjadi 82.691

Kondisi rumah warga yang terdampak gempa bumi di Manggarai, Nusa Tenggara Timur—lokasi program KKN UMY. FOTO: TIM KKN UMY PENA/UMY.AC.ID

Darilaut – Lebih dari 29 ribu unit rumah mengalami kerusakan akibat akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 82.691, dengan jumlah kepala keluarga 18.019.

Data sementara sebanyak 29.001 rumah yang mengalami kerusakan hingga Kamis (20/8) pukul 09.00 WIB. Sebanyak 11.699 rusak berat, rusak sedang 6.642 dan rusak ringan 10.760.

Fasilitas pendidikan untuk proses kegiatan belajar mengajar yang terdampak atau mengalami kerusakan sebanyak 804.

Fasilitas untuk kesehatan yang terdampak 237, rumah ibadah 195, titik jalan 45 dan jembatan 16.

Fasilitas umum lainnya yang terdampak 116, kantor 257, fasilitas irigasi 9, Gudang Bulog 1 dan pasar 1.

Gempa Laut Flores berdampak di tiga provinsi, yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota.

HIngga Kamis, gempa bumi berpusat di darat mengguncang Manggarai dan sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi M 5,7 terjadi Kamis pukul 09.47.00 WIB atau 10.47.00 Wita.

Pusat gempa berada di darat 39 km TimurLaut Ruteng Manggarai, kata BMKG, di kedalaman 10 km, dengan Lokasi koordinat 8,28 Lintang Selatan – 120,60 Bujur Timur.

Selain di Manggarai, gempa dirasakan MMI V di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende. MMI III-IV di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sumba Timur dan kabupaten Sikka, serta MMI III di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Sebelumnya gempa darat telah terjadi di Manggarai Kamis pagi M 4,8 dan M 5,6. Gempa M 5,6 pada pukul 05.45.19 WIB atau 06.45.19 Wita. Pusat gempa berada di darat 37 km timur laut Ruteng-Manggarai.

Gempa bumi pertama kali terjadi di Laut Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya.

Hingga Rabu pukul 14.00 WIB BMKG mencatat gempa susulan sebanyak 3.002 kali. BMKG terus memantau proses penyesuaian kerak bumi pascagempa utama yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pencatatan BMKG, hingga saat ini gempa susulan terjadi bervariasi antara M 1,1 hingga M 6,2.

Exit mobile version