Lebih Dari 900 Orang Tewas Akibat Siklon Tropis Senyar di Aceh, Sumut dan Sumbar

Banjir di Sumatra Utara, Indonesia. GAMBAR: European Union, Copernicus Sentinel-2 imagery/WMO

Darilaut – Hingga pekan ini, lebih dari 900 orang meninggal dunia akibat badai siklon (cyclonic storm) atau siklon tropis Senyar di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa (9/12) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia di tiga provinsi akibat bencana hidrometeorologi ini berjumlah 964 jiwa.

Berdasarkan wilayah, korban meninggal dunia di Provinsi Aceh berjumlah 391 jiwa dan hilang 31 jiwa.

Di Sumut jumlah meninggal dunia sebanyak 338 jiwa dan hilang 138 jiwa, sedangkan Sumbar total korban meninggal dunia berjumlah 235 jiwa, 95 hilang.

Jumlah pengungsi di Sumbar 20.474 jiwa dan Sumut 45.503 jiwa. Adapun untuk jumlah pengungsi terbanyak di Provinsi Aceh berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan jumlah pengungsi berjumlah 252.623 jiwa, Kabupaten Aceh Timur 238.500 dan Aceh Utara sebanyak 166.920 jiwa.

Pengiriman Bantuan Logistik

Sementara itu, pengiriman logistik bantuan dan peralatan juga masih terus dilakukan oleh pemerintah ke wilayah-wilayah terdampak di Aceh.

Total pendistribusian bantuan pada hari ini (9/12) di Provinsi Aceh mencapai 31,62 ton yang dilakukan melalui jalur darat sebanyak 3 sorti berjumlah 14,08 ton dan jalur udara sebanyak 17 sorti dengan total bantuan mencapai 17,54 ton.

Meski sebagian besar bantuan yang dikirimkan adalah permakanan, namun pemerintah melalui Pos Pendamping Nasional yang terletak di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh ini juga mengirimkan dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 20 drum atau seberat 4 ton ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Sedangkan untuk jumlah logistik yang telah didistribusikan di Sumut berjumlah 7,1 ton yang dikirimkan dengan 14 sorti pengiriman. Adapaun jenis barang yang paling banyak dikirimkan berupa permakanan.

Pengiriman logisitik juga dilakukan di Sumbar. Hingga Selasa jumlah logistik yang telah didistribusikan berjumlah 44 ton dengan rincian 27,7 ton menggunakan jalur darat, 2,9 ton jalur udara, dan 13,4 ton melalui laut.

Pengiriman dengan jalur darat yang jumlahnya sangat signifikan ini terus dioptimalisasi seiring dengan akses jalur yang sudah dapat dilalui di sejumlah daerah.

Hal ini dikarenakan jumlah tonase dan dimensi yang diangkut menggunakan truk melalui jalur darat dapat lebih besar dan bervariasi sehingga diharapkan dapat memaksimalkan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penyintas.

Untuk jalur udara juga akan dioptimalkan menyentuh lokasi-lokasi yang terdapat masyarakat yang terpisah atau aksesnya terbatas. Ini menjadi komitmen kuat tim gabungan dari TNI, Polri, maupun pemerintah daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

Exit mobile version