Darilaut – Hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor merenggut ratusan nyawa di sejumlah negera.
Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam termasuk di antara negara-negara yang saat ini paling parah terkena dampak kombinasi curah hujan akibat monsun dan aktivitas siklon tropis atau juga disebut topan, badai dan hurikan (hurricane).
“Tidak ada satu lembaga atau negara pun yang dapat mengatasi tantangan topan dan iklim ekstrem sendirian,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Celeste Saulo, mengutip siaran pers WMO, Selasa (2/12).
”Mekanisme regional seperti Komite Topan adalah bukti bahwa ketika kita bertindak bersama, kita dapat memperkuat dampak kita,” ujarnya.
Hujan deras telah memicu banjir dahsyat di beberapa wilayah Asia Selatan dan Tenggara, merenggut ratusan nyawa, menggusur seluruh komunitas, dan menyebabkan gangguan ekonomi yang besar.
Peran Badan Meteorologi dan Hidrologi Nasional bekerja sepanjang waktu untuk memberikan prakiraan dan peringatan dini guna menginformasikan tindakan darurat, sementara Mekanisme Koordinasi WMO (WCM) memberikan saran ahli untuk menginformasikan operasi kemanusiaan.
Asia sangat rentan terhadap banjir, menurut laporan WMO tentang Keadaan Iklim di Asia. Meningkatnya suhu memperhebat potensi risiko curah hujan yang lebih ekstrem karena atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak kelembapan.




