Longsor di Tapanuli Selatan, 8 Orang Hilang

Tanah longsor terjadi di Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (29/4). FOTO: BPBD Tapanuli Selatan/BNPB

Darilaut – Sebanyak 8 orang warga yang tertimbun tanah longsor di Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, diperkirakan hilang. Lokasi longsoran menyulitkan proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.

Hingga Minggu (2/5), pukul 17.00 WIB, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 8 orang tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan menginformasikan lokasi sulit dijangkau tim gabungan.

Kondisi di lokasi berada di tempat yang terjal. Sehingga alat berat kesulitan dalam melakukan manuver.

Dalam proses pencarian, tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan unsur sukarelawan menggunakan peralatan sederhana. Dala operasi ini, tim menekankan keamanan di lapangan.

Sebanyak 5 warga meninggal akibat bencana ini. Korban telah dievakuasi menuju fasilitas Kesehatan setempat.

Tim gabungan masih melakukan proses pencarian warga yang hilang. Selain korban jiwa, tanah longsor melanda dan merusak dua rumah warga.

Peristiwa tanah longsor ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama pada Kamis sore (29/4), pukul 15.00 WIB. Di samping faktor cuaca, pemicu lainnya disebabkan struktur tanah yang labil.

Kabupaten Tapanuli Selatan termasuk kawasan dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 14 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Batang Toru. Luas bahaya di seluruh kecamatan sekitar 222.903 hektar.

Sementara itu, tanah longsor yang terjadi di Desa Ginanjar Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan satu balita meninggal dunia.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (1/5) dipicu oleh resapan air sawah dan struktur tanah labil. Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dan menyerahkan pada pihak keluarga.

BPBD Kabupaten Sukabumi menginformasikan 2 warga luka-luka dan 3 KK (9 jiwa) terdampak akibat peristiwa ini. Warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis.

Selain mendata korban terdampak, BPBD mengidentifikasi 2 rumah warga rusak berat dan 1 lainnya terancam. Selain itu, longsoran juga menimbun 10 petak sawah dan peternakan bebek milik warga setempat.

Pascakejadian, BPBD Kabupaten Sukabumi berkoordinasi dengan P2BK, Koramil, Polsek, pihak pemerintah kecamatan, desa, sukarelawan dan masyarakat setempat untuk melakukan pendataan.

BPBD juga memberikan rambu tanda bahaya di sekitar area longsoran sekaligus mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada.

Exit mobile version