Darilaut – Hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tanah longsor ini mengakibatkan dua orang ditemukan meninggal dunia di Cianjur dan 1 di Lebak.
Kejadian tanah longsor di Cianjur terjadi di Desa Talagasari, kecamatan Sindangbarang pada Selasa (3/12). Longsor menimpa sebuah rumah yang dekat dengan tebing.
Tim gabungan beserta masyarakat mengevakuasi warga di rumah tersebut, dua orang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun longsor dan material rumah, atas nama Yusma (26 tahun) dan Aqila (1 tahun). Sementara satu orang atas nama Hilman alami luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Di Kabupaten Lebak ribuan rumah terendam banjir setelah hujan lebat dan berdurasi lama mengguyur wilayah tersebut pada Senin (2/12). Hujan deras tersebut memicu tanah longsor dan sejumlah pohon tumbang.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 55 desa yang tersebar di 19 kecamatan terdampak banjir.
Hingga Selasa (3/12) jumlah rumah terendam banjir sebanyak 1.253 unit. Petugas lapangan dari BPBD Kabupaten Lebak masih terus melakukan pendataan. Tidak ada korban pada bencana banjir di wilayah tersebut.
Sementara itu, tanah longsor di kabupaten ini menimbulkan korban meninggal dunia 1 orang dan satu lainnya luka-luka.
Banjir dan longsor di Kabupaten Banten berakibat pada tempat tinggal rusaj ringan 23 unit, rusak sedang 15 dan rusak berat 1, sedangkan 9 fasilitas umum dan 9 titik ruas jalan terendam.
Sukabumi
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Selasa, (3/12) menyebabkan berbagai kejadian bencana di beberapa titik. Intensitas hujan yang tinggi memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang meresahkan warga. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dampak bencana ini dirasakan di banyak kecamatan.
BNPB mencatat banjir melanda tujuh wilayah, termasuk Kecamatan Ciemas, Palabuhanratu, dan Gegerbitung. Selain itu, tanah longsor terjadi di 14 titik dengan dampak terbesar di Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, dan Warungkiara.
Cuaca ekstrem juga memengaruhi tujuh lokasi lainnya, seperti Desa Sukaraja di Kecamatan Sukaraja dan Desa Benda di Kecamatan Cicurug. Pergerakan tanah dilaporkan di empat lokasi, termasuk Desa Sukamaju di Kecamatan Cikembar dan Desa Bantargadung di Kecamatan Bantargadung.
Cilacap
Sebanyak 1717 unit rumah terdampak banjir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras yang terjadi dari kurun waktu 28 November – 2 Desember 2024.
Selain rumah, banjir juga berdampak pada dua musala, satu pasar dan satu sekolah. Adapun banjir ini berdampak pada 10 Kecamatan yakni Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Jeruklegi, Kawungaten, Bantarsari, Kesugihan, Kroya, Nusawungu dan Adipala.
Memasuki periode libur Natal 2024 dan Tahun baru 2025, BNPB mengimbau untuk warga yang hendak bepergian dengan menggunakan moda transportasi darat, laut maupun udara hendaknya mengecek terlebih dahulu potensi risiko bencana melalui InaRisk dan prakiraan cuaca melalui InfoBMKG.
BNPB mengimbau masyarakat untuk mengecek kondisi kendaraan sebelum bepergian untuk memastikan kondisi kendaraan dapat menempuh medan saat terjadi hujan.
Dengan demikian, masyarakat dapat menyiapkan kebutuhan yang dirasa perlu guna menghidari potensi risiko bencana pada lokasi masing-masing.
BNPB juga mengimbau pemerintah daerah, khususnya di wilayah rawan terdampak bencana hidrometeorologi, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Pemerintah daerah diminta untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, sumber daya, serta anggaran operasional guna menghadapi potensi darurat. Langkah ini mencakup kesiapan alat berat, pompa air, dan kendaraan evakuasi.
