Darilaut – Mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tercatat mencapai tingkat kelulusan tinggi pada Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter periode IV Februari 2026.
Berdasarkan hasil resmi yang baru-baru ini dikeluarkan, tingkat kelulusan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG pada ujian berbasis komputer (Computer-Based Test/CBT) mencapai 94,4 persen.
Sementara itu, seluruh peserta berhasil lulus pada ujian keterampilan klinis (Objective Structured Clinical Examination/OSCE) dengan persentase kelulusan 100 persen.
Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, mengatakan hasil ini merupakan kerja keras mahasiswa serta dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa proses pendidikan yang dijalankan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, baik secara pengetahuan maupun keterampilan klinis,” ujarnya.
Koordinator Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sistem pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik klinis.
Menurut Sri Andriani, berbagai upaya peningkatan kualitas, termasuk pembinaan intensif dan evaluasi berkelanjutan, menjadi kunci dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter.
Dengan persentase kelulusan yang tinggi ini, kami berharap lulusan Fakultas Kedokteran UNG dapat bersaing di tingkat nasional serta memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kesehatan masyarakat, kata Sri Andriani.
Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter merupakan tahapan penting yang harus dilalui mahasiswa profesi dokter sebagai standar nasional sebelum memasuki dunia praktik kedokteran.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Kedokteran UNG sebagai institusi pendidikan kedokteran yang berkomitmen menghasilkan tenaga medis profesional dan berdaya saing.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan kompetensi klinis di masa mendatang.
