Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

Ilustrasi tumbuhan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menelusuri potensi tumbuhan atau bahan alam yang berpotensi memiliki kandungan senyawa aktif.

Kegiatan ini sebagai sarana untuk menghubungkan teori perkuliahan Fitokimia dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademik, tetapi juga mampu melihat peluang penelitian dan pengembangan bahan alam berbasis potensi daerah.

Ketua Jurusan Farmasi Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Teti Sutriyati Tuloli, mengatakan, praktik kerja lapangan untuk mata kuliah Fitokimia ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa Farmasi, khususnya dalam memahami potensi bahan alam yang ada di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana kekayaan sumber daya alam lokal dapat diidentifikasi, dikaji, dan dikembangkan dalam bidang kefarmasian, kata Teti.

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan observasi, pengumpulan data lapangan, identifikasi bahan alam, serta pemahaman awal terhadap potensi fitokimia yang terdapat di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 1 – 3 Juli 2026 di Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Jurusan Farmasi dalam mengenal, mengidentifikasi, dan mempelajari potensi bahan alam yang dapat dikembangkan dalam bidang kefarmasian.

Melalui praktik kerja lapangan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami secara langsung kekayaan sumber daya alam lokal.

Desa Pilollyanga dipilih sebagai lokasi praktik karena memiliki potensi sumber daya alam yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa. Kegiatan lapangan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan ilmiah, keterampilan observasi, serta kemampuan mahasiswa dalam melihat peluang pengembangan bahan alam berbasis potensi daerah.

“Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menjaga etika selama berada di masyarakat, serta mampu mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari proses pembelajaran lapangan,” ujarnya.

Exit mobile version