Senin, September 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Waspada Dampak El Niño 2026

redaksi
30 Juni 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Laut yang Hangat Memicu El Niño

El Niño-Southern Oscillation (ENSO). GAMBAR: WMO

Darilaut – Peristiwa El Niño diperkirakan akan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Niño yang diperkirakan mencapai kategori kuat pada tahun 2026.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kekeringan, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, hingga potensi tekanan terhadap inflasi daerah.

“Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Niño, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Niño dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta, Senin (29/6).

”Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan.”

Menurut Faisal, wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling signifikan meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Pada periode Juli hingga Oktober 2026, curah hujan di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan berada di bawah normal dibandingkan rata-rata klimatologis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BMKGEl Niño 2026Musim Kemarau
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani 97.702 Unit, 81 Orang Tewas

Next Post

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Postingan Terkait

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

28 September 2026
Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

28 September 2026

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Next Post
Waspada Kebakaran Hutan, September Masih Sangat Panas

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

TERBARU

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

AmsiNews

REKOMENDASI

Menteri Desa dan Ketua BPK Hadiri Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara

Cerita Kapal Wisata di Labuan Bajo Tenggelam di Tempat Berlabuh

Gelombang Tinggi, Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran

Korban Tewas Gempa Sarangani 47 Orang, Rumah Rusak 12.641

Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

Badai Jasper Mendarat di Utara Queensland, Australia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.