Melalui praktik kerja lapangan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami secara langsung kekayaan sumber daya alam lokal.
Desa Pilollyanga dipilih sebagai lokasi praktik karena memiliki potensi sumber daya alam yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa. Kegiatan lapangan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan ilmiah, keterampilan observasi, serta kemampuan mahasiswa dalam melihat peluang pengembangan bahan alam berbasis potensi daerah.
“Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menjaga etika selama berada di masyarakat, serta mampu mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari proses pembelajaran lapangan,” ujarnya.



