Mahasiswa KKN UNG Desa Banuroja Mengolah Limbah Batang Jagung Menjadi Pupuk Organik

Mahasiswa KKN kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. FOTO: NOVITA J. KIRAMAN

Darilaut – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanfaatkan limbah batang jagung untuk diolah menjadi pupuk organik.

Pengolahan limbah pertanian jagung ini dilakukan mahasiswa KKN di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.

Mahasiswa KKN berinovasi dalam hal pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pertanian batang jagung dan limbah peternakan, serta bahan tambahan dedaunan hijau juga cairan EM4, pada Senin (29/7).

Hasil observasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN, diperoleh data bahwa Desa Banuroja memiliki lahan-lahan palawija yang ditanami terdiri dari jagung, kacang tanah, dan sayur-sayuran.

Dari beberapa hasil pertanian lokal itu, yang unggul saat ini adalah jagung. Posisi tanaman jagung Kembali menggantikan tanaman buah naga.

Sebelumnya, buah naga sempat menjadi tanaman unggulan di Banuroja, namun adanya hama penyakit yang menyerang tanaman tersebut, kini tanaman buah naga di Banuroja hanya menjadi kenangan belaka.

Sebagai bentuk komitmen dalam hal peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan pertanian lokal di Desa Banuroja, mahasiswa KKN UNG berinovasi memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan tersebut.

Pembuatan pupuk dari limbah ini dilakukan dengan tujuan membantu masyarakat setempat untuk memperoleh pupuk.

Selain itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah-limbah pertanian dan peternakan.

Batang jagung kering hasil panen masyarakat yang sudah tidak dimanfaatkan, kandungannya kaya akan bahan organik yang dapat diolah menjadi pupuk organik berupa kompos.

Pupuk ini sangat berperan dalam siklus produksi tanaman, bermanfaat bagi tanah dan tanaman dalam hal memperbaiki struktur dan Ph tanah, serta meningkatkan kehidupan mikroba dan unsur mikro tanah.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN UNG Desa Banuroja mencampur limbah peternakan dan limbah pertanian dengan cairan EM4, yang berperan penting dalam mempercepat proses dekomposisi atau penguraian bahan-bahan organik.

“Pencampuran yang tepat antara limbah peternakan, limbah pertanian, dan cairan EM4 memungkinkan proses penguraian berlangsung lebih cepat,” kata Siti Nurhaliza, koordinator program.

Pupuk organik yang telah berhasil dibuat oleh mahasiswa KKN dengan kurun waktu 2 minggu ini telah diimplementasikan pada tanaman jeruk milik warga Desa Banuroja dan akan dilihat kembali perkembangannya dengan jarak waktu 2 minggu.

Harapannya dengan adanya pupuk limbah yan dibuat oleh mahasiswa KKN UNG dapat membantu meringankan beban para petani Desa Banuroja yang kesulitan dalam memperoleh pupuk. (Novita J. Kiraman)

Exit mobile version