Mahasiswa Pendidikan Guru UNG Kuliah Kemaritiman di Pangkalan TNI Angkatan Laut

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan proyek studi pada Mata Kuliah Kemaritiman di Pangkalan TNI Angkatan Laut Gorontalo, Senin (2/12). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Untuk mendukung pelestarian ekosistem laut dan meningkatkan kesadaran lingkungan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan proyek studi pada Mata Kuliah Kemaritiman di Pangkalan TNI Angkatan Laut Gorontalo, Senin (2/12).

Menurut Felista Mohamad selaku Ketua Panitia, kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Ekosistem Laut Untuk Generasi Masa Depan”. Laut adalah salah satu sumber daya alam yang sangat besar bagi manusia sehingga kita perlu menjaga ekosistem laut.

Proyek studi mata kuliah menghadirkan pemateri Letda Ali Mustafa dan Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Pupung Puspa Ardini dengan jumlah mahasiswa yang terlibat sebanyak 81 orang, ujar Felista.

Dr. Pupung mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen UNG khususnya Pendidikan Guru PAUD, dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mencetak generasi pendidik yang peduli terhadap isu-isu maritim.

Dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, diharapkan pesan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dapat tersampaikan secara luas dan berkelanjutan.

Alhamdulillah kegiatan ini bekerja sama dengan Lanal Gorontalo, sebagaimana kita ketahui bersama kemaritiman ditinjau dari Pendidikan Anak Usia dini, di mana laut jika tercemar atau tidak bersih maka ikan-ikan akan makan sampah-sampah sehingga anak yang akan makan ikan menjadi tidak bergizi,” ujarnya.

Letda Ali Mustafa dalam materinya banyak membagikan pengalaman langsung bagi mahasiswa, untuk memahami peran aktif TNI Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas keamanan laut nasional.

Sesuai tugas dan fungsi TNI Angkatan Laut dalam mengantisipasi Ancaman Terhadap Keamanan Laut seperti perompakan, penyelundupan, pencurian ikan (illegal fishing), dan kerusakan lingkungan laut serta menjaga kedaulatan dan keamanan laut, termasuk operasi patroli dan kerja sama internasional.

Exit mobile version