Mempertahankan Ribuan Kelelawar di Kawasan Mangrove Olibu, Teluk Tomini

Kelelawar

Salah satu spesies kelelawar. FOTO: DOK. LIPI

KAWASAN mangrove di Desa Olibu bukan hanya memiliki fungsi ekologis dan ekonomis bagi warga setempat. Mangrove yang berada di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo ini sebagai habitat kelelawar (kalong).

Olibu terletak di Teluk Tomini. Di desa ini terdapat pasir putih yang memanjang satu kilo meter lebih. Kawasan mangrove ini tidak jauh dari pasir putih yang dikenal dengan sebutan “Pasir Panjang”.

Bagi warga Desa Olibu, kelelawar yang hidup dan menetap di pepohonan mangrove ini tidak diganggu.

“Sejak dulu kelelawar ini hidup di pohon mangrove di Olibu,” kata tokoh pemuda Olibu-Paguyaman Pantai Helmi Rasid.

Hingga kini belum ada penelitian khusus kelelawar oleh para ahli di lokasi itu. Ribuan kelelawar yang hidup di kawasan mangrove ini belum banyak dikenal luas.

Sebagian Pasir Panjang dan kawasan mangrove di pantai Olibu. FOTO: DARILAUT.ID

Helmi mengatakan, warga Desa Olibu menjaga dan melindungi kelelawar ini di habitat mangrove. Karena itu, kelelawar tetap ada dan berkembang dalam jumlah banyak.

Namun, ada juga yang menangkap kelelawar ini. Kelelawar yang ditangkap kemudian dijual kepada penampung. Pemerintah Desa Olibu melarang penangkapan kelelawar ini.

Menurut Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kelelawar bermanfaat untuk lingkungan. Dengan adanya kelelawar, memungkinkan adanya jenis tanaman lain.

Populasi kelelawar di Indonesia terus menyusut. Ini terjadi karena perburuan manusia dan hilangnya habitat kelelawar seperti di gua-gua di kawasan karst.

Pada 2011 lalu, LIPI bekerja sama dengan peneliti di seluruh dunia yang tergabung dalam Unit Penelitian Konservasi Bat Asia Tenggara (SEABCRU) menyelenggarakan International South Bat Asian Conference.

Konferensi kelelawar ini menghadirkan 85 peneliti dari 20 negara di kawasan Asia dan Amerika. Para peneliti membahas berbagai aspek mulai dari taksonomi hingga solusi untuk habitat kelelawar yang semakin sempit.

Keberadaan kelelawar di Olibu selain untuk mempertahankan lingkungan setempat, juga dapat dikembangkan sebagai lokasi ekowisata. Model pengembangan bisnis alternatif yang tepat dan ramah lingkungan ini untuk menghindari degradasi mangrove dan hilangnya kelelawar di lokasi tersebut.

Untuk mencapai Desa Olibu, dapat ditempuh dengan kendaraan darat melintasi Trans Sulawesi, kemudian ke Paguyaman Pantai. Waktu yang dibutuhkan ke lokasi ini dari Kota Gorontalo, selama tiga jam.

Selain di Olibu, habitat kelelawar di Kabupaten Boalemo berada di Pulau Mohupomba. Lokasi habitat kelelawar lainnya di Teluk Tomini berada di Desa Tomoli Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.*

Exit mobile version