Menanam Cemara Laut dan Lepas Tukik di Taka Bonerate

Kegiatan penanaman cemara laut di Taman Nasional Taka Bonerate. FOTO: KSDAE/KLHK

Darilaut – Menanam cemara laut dan melepas tukik dilakukan komunitas pemuda Jinato dan anak-anak bersama petugas Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate.

Dalam upaya melakukan penghijauan di dalam kawasan, petugas bersama masyarakat giat melakukan penanaman pohon cemara laut. Kegiatan penanaman cemara laut di Pulau Lantigiang dilakukan bersama tim pembinaan habitat Balai TN Taka Bonerate dan PEH SPTN Wilayah II Jinato.

Tumbuhan cemara laut (Casuarina equisetifolia) merupakan jenis tanaman khas pantai yang berpotensi untuk rehabilitasi lahan dan konservasi tanah pantai berpasir.

Jenis ini mampu menahan angin dan uap air laut yang mengandung garam, sehingga mampu mendorong perbaikan lingkungan.

Kegiatan penanaman berlangsung pada Senin (8/6) hingga Rabu (10/6), yang melibatkan Karang Taruna Desa Jinato dan Komunitas Pemuda Jinato Peduli Konservasi.

Jumlah bibit yang ditanam sebanyak 700 bibit. Sebelum melakukan penanaman diawali dengan pembekalan teknis penanaman pohon yang sesuai untuk pulau kecil dengan tanah berpasir.

Balai TN Taka Bonerate juga menggalakkan pendidikan konservasi untuk anak-anak usia dini. Seperti pelepasasliaran tukik.

Kegiatan berada di sebelah barat pantai pulau Tarupa Besar. Selain anak-anak, juga melibatkan perwakilan penyuluh bantu perikanan Selayar dan tokoh pemuda Desa Tarupa.

Tukik yang dilepaskan secara bersama-sama sebanyak 51 ekor jenis penyu hijau (Chelonia mydas) dan 2 ekor jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Tukik tersebut hasil penetasan semi alami yang dilakukan petugas balai taman nasional yang telurnya ditemukan masyarakat Sape di pulau Belang-belang. Telur penyu tersebut langsung diserahkan ke petugas beberapa bulan lalu.

Sebelum dilakukan pelepasliaran tukik, anak-anak diajak membersihkan lingkungan di sekitar mereka dan j berdoa terlebih dahulu guna memanamkan nilai-nilai agama.

Pengenalan singkat tentang penyu disampaikan Saleh Rahman. Anak-anak diedukasi tentang keunikan telur penyu. Selain itu, tentang tukik dan penyu dewasa, serta siklus hidup ataupun daya jelajah dari penyu itu sendiri.

Dengan sering melakukan giat semacam ini, diharapkan masyarakat mulai dari usia dini bisa menyadari pentingnya bersama-sama melindungi penyu dan biota laut lainnya.*

Exit mobile version