Mengkhawatirkan, 48 Kapal Penangkap Ikan Cina Terlihat di ZEE Filipina

Kapal penangkap ikan Cina terlihat mengerumuni Karang Iroquois, yang terletak di selatan Recto Bank yang kaya minyak dan gas di Laut Filipina Barat (WPS), berdasarkan patroli udara yang dilakukan oleh Komando Barat (Wescom) pada 30 Juni 2023. FOTO: WESCOM/PNA

Darilaut – Sebanyak 48 kapal penangkap ikan Cina (CFV) terlihat di Kepulauan Spratly, zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina di Laut Cina Selatan. Kehadiran kapal cina yang hanya berkeliaran di wilayah perairan tersebut mengkhawatirkan.

Komando Barat Militer Filipina (The Western Command atau Wescom) melaporkan 48 kapal penangkap ikan Cina (CFV) mengerumuni Iroquois Reef (Terumbu Iroquois). Lokasi ini terletak di selatan Recto Bank yang kaya minyak dan gas di Laut Filipina Barat (WPS).

Wescom, dalam sebuah postingan di Facebook pada hari Jumat (7/7) mengatakan ini berdasarkan informasi dari patroli udara pada tanggal 30 Juni.

Menurut Wescom selama beberapa penerbangan di atas Karang Iroquois dalam seminggu terakhir, pilot di atas kapal NV-312, pesawat patroli ringan Britten Norman Islander Angkatan Laut Filipina, mengamati kehadiran kapal penangkap ikan Cina yang mengkhawatirkan.

Kehadiran CFV ini terlihat dari udara, berdasarkan laporan pilot pesawat patroli.

“CFV diamati berlabuh dalam kelompok lima sampai tujuh, dan tidak ada aktivitas penangkapan ikan yang terlihat. Mereka tampaknya hanya berkeliaran di daerah itu,” kata Wescom seperti dikutip dari Kantor berita Filipina, Pna.gov.ph.

Pengamatan baru-baru ini oleh pesawat patroli Britten Norman Islander mengonfirmasi penerbangan intelijen, pengawasan, dan pengintaian sebelumnya yang dilakukan di daerah tersebut, yang menunjukkan “tren peningkatan.”

Pada bulan Februari, Wescom melaporkan yang terlihat hanya 12 CFV, dibandingkan dengan 47 yang terlihat pada 12 Juni.

Bersamaan dengan meningkatnya kapal Cina di Iroquois Reef, kehadiran aset maritim Cina juga telah dicatat di Beting Sabina.

Tiga kapal Penjaga Pantai Cina dan dua kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat secara teratur berkeliaran di perairan tersebut, dibandingkan dengan dua kapal pasokan kayu dari Filipina dan dua kapal Penjaga Pantai Filipina.

Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang niat dan tindakan Cina di perairan yang disengketakan ini, kata Wescom.

Recto Bank, fitur penting bagi Filipina yang memiliki potensi besar untuk keamanan energi dan pertumbuhan ekonomi negara itu, “berdiri sebagai titik fokus dalam kekhawatiran yang meningkat atas perilaku Cina baru-baru ini,” ujarnya.

Juru Bicara Wescom, Komandan Angkatan Laut Ariel Coloma, mengatakan, Recto Bank adalah fitur vital di ZEE dan Cina harus menghentikan kerumunan kapalnya untuk menghormati hak kedaulatan kami.

Wescom mengatakan laporan rinci tentang insiden itu akan diteruskan ke otoritas yang lebih tinggi “sebagai langkah penting yang bertujuan untuk memfasilitasi kemungkinan pengajuan protes diplomatik, memperkuat komitmen kami untuk menjaga kedaulatan Filipina dan hak teritorial di Laut Filipina Barat.”

Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK) Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, melakukan pembicaraan telepon pada hari Kamis (6/7) dengan mitranya dari AS, Lloyd Austin.

Austin mengatakan perilaku Beijing baru-baru ini di Laut Cina Selatan “koersif dan berisiko” serta menegaskan kembali “komitmen aliansi kuat” Amerika dan Filipina.

Sumber: Pna.gov.ph dan Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp)

Exit mobile version