Darilaut – Minggu pertama April 2022, empat bibit siklon tropis telah terbentuk di Samudra Pasifik.
Hari ini, Minggu 3 April terbentuk bibit siklon tropis 95W di Mikronesia. Sebelumnya, di dekat Mikronesia sudah terbentuk bibit siklon tropis 94W.
Dua bibit siklon tropis lainnya, 98P dan 99P, terbentuk di Samudra Pasifik bagian selatan, Sabtu (2/4).
Layanan satelit Zoom.earth, menginformasikan, kecepatan angin permukaan 95W sekitar 30-35 km per jam (15-20 knot). Tekanan permukaan laut minimum mendekati 1007 mb.
Informasi yang disediakan Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama (Joint Typhoon Warning Center, JTWC) dalam 24 jam ke depan bibit 95W memiliki peluang kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Bibit 95W diperkirakan akan melanjutkan pada lintasan barat-barat laut selama beberapa hari ke depan, sambil dengan cepat berkonsolidasi.
Terdapat pengembangan dengan geseran angin yang rendah (5-10 knot), aliran keluar radial yang baik, dan suhu permukaan laut yang hangat (29-30°C).
Dalam dua atau tiga hari ke depan, diperkirakan bibit 95W mencapai kekuatan depresi tropis.
Di wilayah Samudra Pasifik bagian barat lainnya, bibit siklon tropis 94W bergerak ke barat laut atau timur laut Palau.
JTWC memberikan catatan area konveksi bibit 94W yang sebelumnya terletak di dekat 8.7N – 150.7E telah menghilang dan tidak lagi dicurigai sebagai perkembangan siklon tropis yang signifikan dalam 24 jam ke depan.
Sementara Bibit 98P berada di Laut Solomon. Bibit ini awalnya terletak di timur Port Moresby, Papua New Guinea, atau sebelah barat Kepulauan Solomon.
Kemudian mengarah ke timur-timur laut dan utara barat laut. Bibit 98P yang masih berada di Laut Solomon itu mengarah ke barat, selanjutnya timur tenggara.
Bibit 99P terbentuk di barat Vanuatu atau utara Kaledonia Baru (New Caledonia), Sabtu (2/4).
Layanan satelit Zoom.earth, menginformasikan, 99P mengarah ke barat-barat laut. Selanjutnya, ke tenggara, utara barat laut dan selatan barat daya, menuju Kaledonia Baru.
Menurut JTWC dalam 24 jam ke depan bibit 99P memiliki peluang medium untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Analisis menunjukkan kondisi sangat baik untuk pengembangan arus keluar ekuator, geseran angin yang rendah (5-10 knot) dan suhu permukaan laut yang hangat (29-30°C).
Angin permukaan sekitar 30 – 45 km per jam (17-23 knot). Tekanan permukaan laut minimum mendekati 1005 mb.
