Mitsubishi Meluncurkan Kapal Ferry Berbahan Bakar LNG Pertama di Jepang

Peluncuran Sunflower Kurenai. FOTO: Mitsubishi/Mitsui/MARITIME-EXECUTIVE.COM

Darilaut – Mitsubishi Shipbuilding Company meluncurkan kapal ferry RoPax yang menggunakan bahan bakar LNG (Liquid Natural Gas). LNG adalah gas alam cair yang dapat dipakai sebagai sumber tenaga untuk kapal Ferry.

Jepang menandai tonggak sejarah dengan peluncuran pertama dua kapal ferry dengan bahan bakar alternatif, LNG.

Mengutip Maritime-executive.com (3/3) kapal ferry Sunflower Kurenai dengan bobot 17.300 gross ton diluncurkan di pabrik Enoura dari Shimonoseki Shipyard & Machinery Works milik Mitsubishi Shipbuilding Company di Prefektur Yamaguchi.

Kapal Sunflower Kurenai dibangun bersama Sunflower Murasaki, melalui Ferry Sunflower Limited yang berbasis di Oita milik Mitsui OSK Lines. Kapal ini nantinya akan beroperasi di Osaka dan Beppu.

Kapal-kapal tersebut lebih peka terhadap lingkungan dibandingkan dengan kapal-kapal tua yang akan diganti. Selain ukuran kapal lebih besar, juga lebih ekonomis untuk dioperasikan.

Sunflower Kurenai memiliki panjang 656 kaki dan lebar 92 kaki. Kapal dapat menampung 716 penumpang, 137 truk 13 meter, dan 100 mobil penumpang.

Mesin utamanya berbahan bakar ganda performa tinggi, pertama dari jenisnya yang ditampilkan di Ferry domestik di Jepang, dan dapat dijalankan dengan gas alam cair dan minyak berat tipe-A.

Dibandingkan dengan kapal ferry sebelumnya (Sunflower Ivory dan Sunflower Cobalt), Sunflower Kurenai memiliki kapasitas pemuatan truk yang jauh lebih besar, ruang tunggu yang lebih luas untuk pengemudi truk, dan ruang yang lebih untuk setiap penumpang.

Area publik mencakup restoran kira-kira satu setengah kali ukuran kapal yang lebih tua dan atrium memanjang melalui tiga lantai.

Kapal ferry yang lebih tua dibangun 25 tahun lalu berukuran 502 kaki dengan bobot 9.245 ton. Kapal tersebut memiliki kapasitas 90 truk.

Pemesanan kapal ferry bahan bakar LNG November 2019, serah terima pertama dari dua ferry dijadwalkan pada Desember 2022, setelah penyelesaian pekerjaan interior dan uji coba di laut.

Ferry baru itu diberi nama saat upacara pembaptisan oleh walikota Kota Beppu. Sunflower Kurenai mulai beroperasi Januari 2023 dan akan diikuti beberapa bulan kemudian oleh kapal lainnya.

Mitsui juga baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membangun dua ferry ramah lingkungan yang lebih besar yang didukung oleh LNG.

Kapal yang dipesan baru-baru ini dijadwalkan untuk pengiriman pada 2025 dengan bobot 15.600 gross ton menggantikan dua kapal berbahan bakar minyak yang lebih tua.

Desain baru selain menggunakan satu mesin kecepatan rendah dengan performa dan efisiensi tinggi. Bentuk kapal ramping dengan busur bulat aerodinamis yang dapat menggunakan angin sakal diagonal untuk membantu mendorong kapal.

Kapal ferry ini akan dibangun oleh Naikai Zosen Corporation.

Kapal-kapal tersebut akan menjadi ferry berbahan bakar LNG pertama untuk Jepang. Perusahaan kapal ferry Eropa secara agresif juga mengadopsi LNG sebagai bahan bakar alternatif.

Viking Line Finlandia, misalnya, menerima pengiriman pada hari-hari terakhir tahun 2021 dengan kapal LNG 65.000 gross ton buatan China, Viking Glory. Pelayaran perdana kapal ini pada Selasa, 1 Maret antara Finlandia dan Swedia.

Demikian pula perusahaan pelayaran Estonia Tallink dan Brittany Ferries Prancis. Kedua kapal penumpang itu diperkenalkan berbahan bakar LNG.

Operator kapal ferry Spanyol, Baleària, juga menyelesaikan yang terakhir dari enam rencana perbaikan kapal yang mengubahnya untuk beroperasi dengan bahan bakar LNG.

Selain itu, memperkenalkan katamaran RoPax besar yang dirancang oleh Incat Crowther yang beroperasi dengan LNG.

Exit mobile version