Menurut peneliti Balai Bio Industri Laut LIPI Asep Ridwanudin, salah satu kandungan yang dibutuhkan dan sudah lama digunakan dalam pakan tambahan adalah nukleotida. Nukleotida mengandung tiga komponen, yaitu gula, fosfor, dan basa nitrogen.
“Nukleotida ini biasanya ditambahkan dalam pakan tambahan biota budidaya dalam berbagai bentuk pelet,” ujar Asep.
Asep menjelaskan bahwa nukleotida dalam pakan tambahan biota budidaya ini memiliki fungsi utama sebagai growth promotor, immunomudulator, dan fatty acid modulator.
Kandungan di nukleotida, kata Asep, dapat merangsang atau mempercepat pertumbuhan, dengan cara meningkatkan asupan pangan serta daya cerna biota budidaya. Fungsi immunomudulatornya dapat meningkatkan daya tahan terhadap bakteri atau penyakit maupun terhadap perubahan lingkungan.
Pada kegiatan budidaya biota, menurut Asep, nukleotida ditambahkan kedalam pakan dalam bentuk inosin monofosfat (IMP), adenosin monofosfat (AMP), guanosin monofosfat (GMP), uridin monofosfat (UMP), sitidin monofosfat (CMP). Bisa juga dalam bentuk campuran antara IMP, AMP, GMP, UMP, dan CMP dengan rasio tertentu.





Komentar tentang post