Darilaut – Organisasi nirlaba global sektor eksplorasi kelautan OceanX dan peneliti Indonesia dari sejumlah kementerian dan lembaga melakukan eksplorasi laut dalam.
Riset ini dengan menggunakan kapal penelitian tercanggih di dunia OceanXplorer. Kapal riset tersebut dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk mensurvei beragam lingkungan laut, termasuk habitat laut dalam, dangkal, dan pesisir.
Ini termasuk dua kapal selam berawak sepanjang 1.000 meter, kendaraan yang dioperasikan jarak jauh (remote operated vehicle, ROV) sepanjang 6.000 meter, laboratorium penelitian mutakhir, kemampuan pengurutan DNA generasi berikutnya, kemampuan pemetaan akustik penuh, serta analisis konduktivitas, suhu dan kedalaman.
Ekspedisi ini kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan organisasi nirlaba global sektor eksplorasi kelautan OceanX. Kegiatan ini juga melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta peneliti dari universitas dan organisasi seperti Konservasi Indonesia.
“Misi Indonesia 2024” adalah bagian dari komitmen multi-tahun untuk eksplorasi keilmuan dan penelitian di wilayah perairan Asia Tenggara. Program ini bertujuan memperluas pemahaman global tentang kawasan lautan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan terancam.
Tahap pertama ekspedisi ini mencakup pemetaan lebih dari 7.500 kilometer persegi dasar laut Indonesia menggunakan OceanXplorer. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi penyelaman dengan kapal selam untuk ilmuwan Indonesia, survei ROV, observasi karang laut dalam, serta penemuan rembesan hidrotermal dan termogenik di dasar laut. Survei juga dilakukan di lokasi asal tsunami tahun 2004.
Tahap kedua Misi Indonesia 2024 pun terus melanjutkan penelitian oseanografi dan geofisika yang dilakukan pada tahap pertama dan menambahkan fokus penting pada keanekaragaman hayati.
Fokus khusus pada babak kedua ini adalah pengelolaan perikanan di area Sumatera Barat, tempat OceanXplorer mengerahkan berbagai metode serta teknologi guna membantu memahami dan mengkarakterisasi spesies ikan, megafauna, ekosistem terumbu karang dan laut dalam untuk meneliti ekosistem laut dan keanekaragaman hayati di perairan tersebut.
Selama survei udara megafauna, OceanX menemukan ratusan lumba-lumba, Paus Omura, ikan pari manta samudera, dan tempat hiu karang bermukim.
Misi ini dimulai pada 8 Mei di Batam, Kepulauan Riau dan akan berlanjut hingga 25 Agustus 2024, berakhir di Bitung, Sulawesi Utara.
Sepanjang lima tahap misi, akan memanfaatkan teknologi generasi terbaru, ilmu pengetahuan, penyampaian cerita yang menarik, dan pengalaman mendalam untuk mendidik, menginspirasi, dan menghubungkan dunia dengan lautan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, mengatakan, sejak tahun 2022, BRIN telah mendukung ekspedisi maritim dengan ratusan hari berlayar setiap tahunnya menggunakan armada kapal penelitian BRIN dan bermitra dengan kapal asing seperti OceanXplorer.
Program ini dibuat terbuka untuk semua ilmuwan berdasarkan open call dan kolaborasi yang kompetitif dan skema pendukungnya dimaksudkan untuk mendorong penelitian kelautan dan pemanfaatan sumber daya kelautan di seluruh wilayah perairan Indonesia, kata Handoko.
Tim Peneliti Indonesia, yang terdiri dari perwakilan BRIN, universitas, dan Konservasi Indonesia, dipilih melalui proses permintaan partisipasi terbuka pada Januari 2023. Proses ini memberikan kesempatan bagi seluruh peneliti Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan kapal serta tahap pemrosesan dan analisis lanjutan untuk menghasilkan output dan hasil yang signifikan.
Kolaborasi ekspedisi antara periset Indonesia dengan OceanX bertujuan untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati laut Indonesia yang belum terekspos.
Kontribusi BRIN dalam misi ini diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi ilmiah yang berharga tentang keanekaragaman hayati laut Indonesia. Data dan informasi ini dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan laut yang berkelanjutan. Mengembangkan industri maritim yang inovatif, dan Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan laut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut B Pandjaitan menjelaskan penemuan-penemuan inovatif yang akan dihasilkan dari ekspedisi laut bersejarah yang bermitra dengan OceanX.
