Olele yang Menyimpan Karakteristik Sejarah Geologi dan Keistimewaan Bawah Laut

Karakteristik geologi dan keistimewaan taman laut Olele, kawasan konservasi di Bone Bolango, Gorontalo, Teluk Tomini. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Wilayah Olele bukan hanya sekadar taman laut yang berada di ujung Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Eksistensi alam bawah laut Olele sejak dulu hingga sekarang masih menjadi unggulan dan memiliki daya pikat akan keindahan terumbu karang yang selalu memanjakan mata bagi yang melihatnya.

Taman laut Olele, tempat wisata bahari yang menjadi primadona, surga bawah laut. Pantai ini berjarak sekitar 29 kilometer dari pusat Kota Gorontalo, juga tercatat sebagai pintu gerbang Teluk Tomini.

Bila berkunjung ke Olele, sebuah papan pengumuman berada di tepian pantai menggambarkan kondisi dan karakterisik tempat wisata dan kondisi geologinya.

Warisan geologi yang berada di pesisir Teluk Tomini tersebut menyimpan sejarah panjang melalui karakteristik bebatuan dan keindahan bawah laut.

Lembar informasi menjelaskan Desa Olele tersusun atas empat formasi batuan. Bila diurutkan bebatuan itu dari muda ke tua. Seperti Aluvial berumur kuarter, batu gamping terumbu berumur sekitar 11,7 ribu tahun yang lalu.

Ada batuan Gunung api Pinogu berumur 2,58 juta tahun yang lalu, dan Diorit Bone berusia sekitar 23,3 juta tahun yang lalu.

Ada pula kontak litologi antara batugamping terumbu dan breksi prikolastik menjadi karakteristik geologi yang ada di Geosite Olele. Geosite batu gamping Olele terletak di sebelah utara perairan Olele dan dataran pantai Olele.

Terdapat Pemphis acidula di pesisir Olele. Ini tumbuhan perdu, bercabang tidak beraturan, serta batang yang berliku-liku.

Warna kulit dahan coklat tua sampai abu-abu dan permukaannya bersisik. Tumbuhan ini tercatat sebagai tanaman langka dan banyak diburu pecinta bonsai.

Tanaman ”suci” tersebut memiliki khasiat sebagai herba atau yang dapat digunakan untuk obat-obatan.

Menurut Peneliti Kelautan dan Wisata Bahari, Gusnar Lubis Ismail, lanskap panorama pantai Olele yang berbatu cadas yang curam ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan ”termasuk pohon setigi yang terkenal di kalangan penggemar tanaman bonsai tumbuh liar, menempel di tebing pantai.”

Melalui aspek budaya, warga setempat mewarisi cara membuat perahu dengan teknologi serta pengetahuan yang bersumber dari adat istiadat.

Pembuatan perahu tidak semata-mata dikerjakan begitu saja. Lahirnya perahu wujud dari pembacaan masyarakat terhadap alam yang disertai dengan pemahaman nilai-nilai luhur yang masih dipegang teguh sejak dulu hingga sekarang.

Yang menarik lainnya, di pantai olele ini, saat perayaan hari-hari besar akan diadakan lomba Katinting Race oleh warga setempat.

Ini merupakan lomba balap perahu yang paling dinantikan seluruh warga Olele. Sebab katinting tersebut salah satu potret karakteristik di Desa Olele yang mencerminkan keseimbangan, kesederhanaan, keindahan, kecepatan, ketepatan dan ketangguhan.

Berbagai jenis terumbu karang dapat ditemui di taman laut olele. Salah satunya, koral Salvador Dali, bunga karang raksasa.

Spesies karang endemik satu-satunya di dunia hanya dapat ditemukan di Gorontalo dan Teluk Tomini.

Bunga karang raksasa, Salvador Dali, di Kawasan Konservasi Laut Olele Bone Bolango, Gorontalo. FOTO: YUNIS AMU

Penyelam lokal dan internasional mengenal dengan sebutan spons Salvador Dali.

Nama Salvador Dali diambil dari nama pelukis asal Spanyol, Salvador Dali. Bentuk ukiran alami bunga karang ini berongga dan berkelok-kelok mirip dengan karyanya yang berjudul L’enigma del Desiderio.

Sementara di kedalaman laut Olele, terdapat aneka ragam sumber daya hayati, spesies langka, unik dan istimewa.

Olele bagai magnet bagi wisatawan. Yang pernah melihat keindahan bawah lautnya, masih hendak ke Olele.

Seperti halnya, Alma Nurul Fauziah, Puja, Della Aisyah dan Hanipah, yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), masih ingin kembali ke Olele.

Siapa saja yang mendengar nama Olele pasti akan selalu teringat akan keindahan bawah laut. Begitu pula yang hanya menikmati secara tidak langsung melalui video maupun foto.

Gusnar mengatakan sejak Olele diperkenalkan ke publik, taman laut ini banyak membuat wisatawan yang pernah menjajal bawah lautnya pasti berhasrat ingin kembali lagi menikmatinya. Lebih khusus para divers, free divers.

Menikmati keindahan bawah laut Olele. FOTO: IKI/OLELE

Olele, kata Gusnar, memiliki tingkat kejernihan laut yang sangat bagus dan menawarkan keindahan terumbu karang yang sangat indah.

Keunikan ”dinding karang bawah dan goa bawah laut, serta spons ikonik Salvador Dali,” kata Gusnar,  menawarkan hadirnya biota-biota laut yang dilindungi, unik dan eksotis seperti ikan napoleon, penyu hijau dan penyu sisik.

”Ikan napoleon masih ada di Olele,” kata Ismet Amu, salah satu pengelola wisata bawah laut di Olele.

Terdapat berbagai jenis ikan karang hias, nudibranchia, kuda laut, crab ball, nemo dan jenis udang hias yang menjadi buruan fotografer nasional dan mancanegara.

Banyak wisatawan dalam dan luar negeri ingin kembali menikmati keunikan dan keindahan bawah laut Olele. Sejumlah fotografer bawah laut dan penyelam menceritakan Olele banyak menawarkan spot-spot yang indah dan jarang ditemukan di lokasi lain di Gorontalo dan Indonesia.

Olele tetap menjadi favorit bagi siapa saja yang ingin menjajal karakteristik dan keindahan bawah laut.

Banyak harapan yang selalu mengingatkan agar dan wisata bahari Olele dapat dikelola dengan baik, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, serta penanganan sampah plastik. (VM/Novita J. Kiraman)

Exit mobile version