Darilaut – Kawasan Pasifik Khatulistiwa bagian barat masih jarang diteliti. Padahal kawasan di utara Papua, Indonesia, ini sebagai titik awal siklus El Nino.
Menurut Daniel Rudnick dari Scripps Institution of Oceanography, kawasan tersebut memegang peran kunci penting dalam memahami titik awal siklus El Nino.
Berdasarkan pengalaman riset global selama 20 tahun di berbagai wilayah seperti Laut Solomon, Palau, hingga Kepulauan Galapagos, Rudnick menjelaskan bahwa arus utama yang menjadi pemicu terciptanya El Nino-Southern Oscillation (ENSO) ternyata bermula dari perairan sebelah utara Papua.
“Titik awal arus penting tersebut berada di sebelah utara Indonesia, yang menjadikan perairan utara Papua sangat krusial untuk dipelajari,” Rudnick seperti dikutip dari Brin.go.id.
“Saya ingin menyarankan agar kolaborasi dalam pekerjaan glider di wilayah ini dapat menjadi fondasi bagi kemitraan di masa depan antara institusi-institusi kita dan negara-negara kita.”
Melalui kombinasi teknologi robot bawah air dan analisis arus laut yang tajam, BRIN bersama Scripps berupaya menutup celah informasi ilmiah agar sinyal-sinyal perubahan iklim global dapat diterjemahkan menjadi peringatan dini yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Pemanfaatan robotik bawah air berbentuk mirip pesawat luncur (spray underwater glider) yang dapat menyelam secara otomatis dari permukaan hingga kedalaman 1.000 meter untuk memantau perubahan suhu, kadar garam, hingga gelombang panas di lautan, kata Rudnick.




