Temuan utama menyoroti bahwa selain menangkal disinformasi, media tepercaya memperkuat akuntabilitas pemerintah, membantu masyarakat terdampak dalam mengakses bantuan, serta mendorong pemerintah dan pejabat daerah untuk mengambil tindakan.
Peliputan yang berkualitas juga menghasilkan respons yang lebih efisien dan luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan darurat hingga penanganan bencana itu sendiri.
Menurut UNESCO—lembaga yang mendukung literasi media di seluruh dunia—peliputan yang kritis juga berfungsi sebagai pengawas untuk menjaga integritas sektor bantuan, yang pada akhirnya mendorong reformasi dan respons yang lebih efektif.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa jurnalisme lingkungan yang orisinal dapat mendorong perlindungan yang lebih baik terhadap ekosistem alami.
Sebagai contoh, pemberitaan sebuah majalah daring mengenai pembuangan air limbah dari tempat pembuangan akhir di Thailand memicu intervensi pihak berwenang, sementara investigasi terhadap penambangan pasir ilegal di Uganda berujung pada pemberlakuan larangan berskala nasional.
Berikut adalah contoh-contoh lain dari laporan tersebut:
• Di Burkina Faso, program radio mengenai risiko malaria, pneumonia, dan diare pada bayi terbukti meningkatkan secara drastis tingkat kunjungan pengasuh membawa anak ke pusat layanan kesehatan; hal ini menurunkan angka kematian anak di bawah usia lima tahun sebesar rata-rata 7,15 persen per tahun dan menyelamatkan nyawa sekitar 2.967 anak.



