Darilaut – Ratusan rumah warga di Kabupaten Toli-Toli dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, terendam banjir, Kamis (15/10). Di Jawa Barat, banjir yang melanda Kabupaten Tasikmalaya dan Garut Senin (12/10) masih menyisakan material lumpur.
Di Donggala, banjir melanda Kecamatan Benawa Tengah menyebabkan sebanyak 995 rumah terendam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala melaporkan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Powelua meluap. Banjir terjadi pada Kamis sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
Rumah warga yang tergenang berada di lima desa di Kecamatan tersebut, yakni Desa Lumbudolo, Kola-Kola, Limboro, Mekar Baru dan Towale.
Selain menggenangi rumah warga, banjir mengakibatkan 1 unit jembatan penghubung antar desa Kola-Kola dan Lumbudolo mengalami kerusakan. Tinggi muka air teramati sekitar 50 hingga 150 cm.
Di Toli-Toli banjir merendan 350 rumah di kecamatan Kecamatan Basindondo dan Kecamatan Lampasio. Banjir merendam pemukiman warga di Desa Silondou dan Desa Janja, dengan tinggi muka air (TMA) berkisar antara 70 cm sampai dengan 150 cm.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Toli-Toli melakukan kaji cepat untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dan melakukan perbaikan jembatan darurat dan penguatan tebing sungai.
Untuk mengoptimalkan penanganan darurat, BPBD setempat bekerja sama dengan dinas-dinas terkait.
Sementara menurut informasi mutakhir dari Desa Janja Kecamatan Lampasio debit air telah mulai surut, dan akses jembatan untuk sementara ditutup demi keselamatan penggunanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca tiga harian salah satunya wilayah Sulawesi Tengah dengan potensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam tiga hari ini, Kamis (15/10) hingga Sabtu (17/10).
Adapun beberapa wilayah disebutkan BMKG berpotensi mengalami cuaca buruk antara lain, Kota Palu, Sigi, Donggala, Parimo, Poso, Touna, Toli-Toli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
Sementara di Kabupaten Garut, sebanyak 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/10), pukul 04.30 waktu setempat. Banjir tersebut telah surut di wilayah terdampak, namun masih menyisakan material lumpur.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Garut Rabu (14/10), pukul 16.30 WIB, lokasi yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk.
Data penyintas berjumlah 238 KK, sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa.
Hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat 136 unit, rumah rusak sedang 197, rumah rusak ringan 613. Rumah yang terendam sebanyak 2.180.
Di Tasikmalaya, tanah longsor menewaskan satu warga dan mengakibatkan 2 luka-luka. Peristiwa tersebut disertai banjir yang terjadi pada Senin lalu (12/10), pukul 06.00 WIB.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah berhasil mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan terhadap warga yang mengalami luka ringan.
Personel BPBD memberikan pelayanan kepada warga yang masih mengungsi karena tanah longsor. Sekitar 16 KK atau 51 jiwa masih mengungsi.
