Pelajar Taiwan Terseret Ombak, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi Saat Topan Mawar Mendekat

Topan (typhoon) Mawar, pada Senin (29/5). GAMBAR: NOAA

Darilaut – Empat pelajar di Taiwan terseret ombak ke laut saat Topan Mawar membawa gelombang kuat ke pantai timur. Di Filipina ribuan warga mulai dievakuasi saat Topan Mawar Mendekat.

Mengutip Taiwannews.com.tw, kejadian warga yang terseret gelombang laut berada di dua lokasi yang berbeda di pantai timur Taiwan.

Di Kotapraja Xincheng Kabupaten Hualien, tiga siswa sekolah dasar sedang bermain di pantai dan salah satu dari mereka terjebak arus bawah yang kuat dan terbawa ke laut.

Salah satu anak laki-laki berusaha membantu temannya, tetapi juga terjebak dalam gelombang besar.

Bocah ketiga segera bergegas pulang untuk memberi tahu orang tuanya dan meminta bantuan pihak berwenang setempat.

Salah satu siswa, seorang anak laki-laki bermarga Chou diselamatkan oleh kapal patrol. Pada hari Minggu (28/5) sore, bocah berusia 13 tahun yang dilaporkan hilang di Hualien ditemukan di pantai dan dilarikan ke rumah sakit, akan tetapi dinyatakan meninggal pada pukul 15.57.

Satu insiden lagi dilaporkan seorang siswi sekolah menengah pertama berusia 12 tahun, hilang di Yilan.

Siswi tersebut terseret arus ke laut pada Minggu pagi, saat mengunjungi Pantai Neipi, yang juga dikenal sebagai Lover’s Bay, di Kabupaten Yilan.

Seorang pria dengan nama Chang berusia 25 tahun yang datang bersama siswi tersebut, dapat kembali dengan selamat ke pantai. Gadis itu terlihat sekitar 60 atau 70 meter di laut sebelum menghilang.

Ribuan Orang Dievakuasi di Filipina

Mengutip The Associated Press pejabat Filipina mulai mengevakuasi ribuan penduduk desa, menutup sekolah dan kantor, serta memberlakukan larangan berlayar pada Senin (29/5) ketika Topan Mawar mendekati provinsi utara negara itu seminggu setelah menghantam Guam — wilayah Ameriksa Serikat di Pasifik.

Pihak berwenang memperingatkan gelombang pasang berbahaya, banjir bandang dan tanah longsor saat bertiup melewati Cagayan dan provinsi paling utara Batanes dari Selasa hingga Rabu.

Angin kencang menerpa desa-desa timur Cagayan pada hari Senin, menyebabkan sebuah gudang tua dan tak berpenghuni di dermaga runtuh dan mendorong lebih banyak penduduk desa untuk pindah ke pusat-pusat evakuasi.

Hampir 5.000 orang mencari perlindungan di Cagayan, Batanes, dan provinsi lain, kata Asisten Sekretaris Raffy Alejandro dari Kantor Pertahanan Sipil.

Alejandro mengatakan jumlah itu diperkirakan akan meningkat mengingat evakuasi pencegahan yang sedang berlangsung di daerah rawan banjir dan tanah longsor.

Kantor berita Filipina, Pna.gov.ph, melaporkan Kepala Polisi Nasional Filipina (PNP) Jenderal Benjamin Acorda Jr., Senin, memerintahkan mobilisasi lebih dari 27.000 personelnya untuk membantu unit pemerintah daerah dalam menanggapi ancaman topan Mawar dengan nama lokal Filipina Betty.

Acorda mengatakan pasukan polisi diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan pejabat setempat untuk kemungkinan evakuasi, penyelamatan, dan operasi bantuan di daerah-daerah yang sekarang mengalami kondisi cuaca buruk, serta yang kemungkinan akan terkena topan.

Betty memasuki Area Tanggung Jawab Filipina selama akhir pekan dan sekarang bergerak lebih dekat ke ujung Luzon Utara, khususnya di Wilayah Lembah Cagayan.

Topan Mawar bergerak ke utara barat laut secara perlahan di Laut Filipina, Senin (29/5) malam, dengan kecepatan 10 km per jam.

Berdasarkan semua data yang tersedia pusat mata topan Betty Mawar 445 km Timur Calayan, Cagayan, kata layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA).

Dalam buletin yang dikeluarkan Senin sore, kekuatan sistem ini dapat membawa angin berkelanjutan maksimum 155 km per jam di dekat pusat dan hembusan angin hingga 190 km per jam.

Sinyal angin nomor dua diterbitkan PAGASA untuk wilayah Luzon, seperti di Batanes dan bagian timur laut Cagayan (Santa Ana, Gonzaga) termasuk Kepulauan Babuyan.

Sumber: Taiwannews.com.tw, The Associated Press (apnews.com), Pna.gov.ph dan PAGASA

Exit mobile version