Darilaut – Pemerintah Kota Gorontalo mengajak warga untuk berkolaborasi, salah satunya dengan menanam cabai. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga inflasi di Kota Gorontalo.
“Salah satu bentuk dari kolaborasi ini, sangatlah mudah atau tidak sulit. Ya, hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami cabai, itu warga sudah berkontribusi,” kata Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Kota Gorontalo, Kaima Kamaru, Senin (4/11).
”Dan kenapa harus cabai? Karena komoditi ini merupakan penyumbang inflasi,” ujar Kaima, akrab disapa Leni.
Sesuai dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan pada rapat koordinasi nasional (Rakornas) pengendalian inflasi yang berlangsung Senin (4/11), inflasi Kota Gorontalo berada di angka 0,95.
“Inflasi Kota Gorontalo pada bulan Oktober kemarin, ada di angka 0,95. Angka ini, sebagaimana disampaikan pada Rakornas yang rutin digelar Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) setiap awal pekan,” ujar Kaima.
Dalam Rakornas yang berlangsung secara daring, disampaikan kota dan kabupaten tertinggi dan terendah inflasinya. Menariknya, dari sekian banyak kota di Indonesia, angka inflasi Kota Gorontalo berada di posisi keenam terendah.
Kaima menjelaskan bahwa inflasi itu kalau rendah, harga jual barang di satu daerah akan terjangkau dan ketersediaannya aman.
”Demikian sebaliknya. Alhamdulillah, kita Kota Gorontalo masuk pada 10 daerah terendah inflasinya dari sekian banyak kota di nusantara. Bahkan, kita ada di posisi keenam terendah,” kata Kaima.
Meski masih terkendali, kata Kaima, pihaknya tetap akan melakukan langkah-langkah konkrit yang selama ini telah dijalankan. Seperti operasi pasar dan gudang penyimpanan bahan pokok, menggelar pasar murah dan lain sebagainya.
Berbagai strategi yang sudah kami lakukan, kata Kaima, kembali menjadi penekanan Pj (Penjabat) Wali Kota Gorontalo Ismail Madjid dalam rapat yang dihadiri OPD (Organisasi perangkat daerah) yang digelar di ruang aula kantor wali kota.
Untuk itu, Pemkot Gorontalo mengajak warganya untuk terus menanam cabai.
