Darilaut – Perhelatan pemilihan calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memasuki babak baru.
Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM UNG tersebut saling adu visi dan misi, serta program kerja untuk dapat merebut hati calon pemilih pada pesta demorasi mahasiswa tahun 2024.
Adu visi-misi, program kerja, serta berargumen dilakukan tiga pasangan calon melalui forum debat kandidat yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Langsung (KPL), pada Jumat (26/4), bertempat di auditorium UNG.
Dalam paparannya pasangan nomor urut satu Syaidah – Muh Alfatir Manopo dengan paket “Smart” yang berasal dari Fakultas Pendidikan – Fakultas Pertanian menyampaikan misi yang mereka bawa untuk BEM di tahun 2024 ini adalah meningkatkan produktivitas riset dan publikasi mahasiswa yang inovatif dan berdampak.
Pasangan nomor urut dua Ridha Alvaraiza Anwar – Aprijal Razak dengan Paket “Reaktif” dari Fakultas Teknik – Fakultas Ilmu Sosial menyampaikan visi dan misi yang akan mereka usung untuk BEM periode tahun ini yakni melakukan pengembangan kebudayaan yang ada di Teluk Tomini.
Hal ini untuk menjadikan UNG sebagai lokomotif dalam hal pengembangan Teluk Tomini melalui BEM.
Pasangan nomor urut 3, Farhan Ali – Fatin dengan paket “Fitrah” dari Fakultas Ekonomi – Fakultas Hukum menyampaikan program kerja kolaborasi bersama BEM dari provinsi maupun lembaga-lembaga lain dengan mengutamakan nilai-nilai kebangsaan dan sosial.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNG, Dr. Moh. Hidayat Koniyo, mengatakan, ini adalah proses demokrasi yang nantinya akan sangat berdampak pada keberlangsungan civitas academica Universitas Negeri Gorontalo.
“Debat antar kandidat kali ini adalah proses demokrasi yang menunjukkan euforia demokrasi, maka dari itu, ini perlu untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ketua Komisi Pemilihan Langsung BEM UNG 2024, Agung Bobihu menyampaikan harapannya untuk pemilihan BEM tahun ini.
“Harapan saya selaku panitia KPL agar kiranya siapapun yang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden BEM UNG 2024 nanti, bisa melakukan rekonsiliasi untuk BEM kedepannya,” kata Agung. (Novita J. Kiraman)
