Sejumlah peneliti telah mendokumentasikan peristiwa pemutihan karang massal pada Desember 2024. Lokasi ini berada di kawasan terumbu karang Yenbuba, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Indonesia, menyusul peristiwa ENSO 2024.
Para peneliti Eghbert Elvan Ampou, Frensly Demianus Hukom, Augy Syahailatua, Gino V. Limmon, Hendrik A. W. Cappenberg, Jemmy Souhoka, Ana Setyastuti, Ixchel Feibi Mandagi, Yopi Riupassa, Zheng Zhang, Ziming Yuan, Lin He, Jiao Cheng & Min Hui, telah mempublikasikan hasil studi tersebut di jurnal Nature.com/scientificreports, Mei 2026.
Studi dengan judul “Post-ENSO 2024 mass bleaching and early signs of resilience in Pachyseris speciosa dominated reefs of Raja Ampat, Indonesia” menggunakan metode Underwater Visual Census (sensus visual bawah air) yang terstandarisasi.

Tim peneliti menemukan bahwa >70% koloni karang dominan Pachyseris speciosa mengalami pemutihan parah selama puncak tekanan termal.
Survei lanjutan pada November 2025 menunjukkan pemulihan yang signifikan; kurang dari 20% koloni P. speciosa yang masih menunjukkan tanda-tanda pemutihan, dan terjadi repigmentasi (pewarnaan kembali) secara luas di lereng terumbu karang pada kedalaman sekitar 20–30 meter.
Pemulihan cepat ini—yang didokumentasikan melalui survei kuantitatif berpasangan dan bukti fotografis—menunjukkan bahwa di antara taksa yang diamati, spesies karang dominan inilah yang menunjukkan pemulihan tercepat dan paling nyata setelah mengalami tekanan termal akut.



