Analisis yang dipadukan dengan informasi Allen Coral Atlas menunjukkan dasar perairan di sekitar lokasi tersusun atas pasir dan pecahan karang, campuran terumbu karang dan alga, serta ekstensi terumbu karang. Karakteristik dasar laut tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam memahami potensi sebaran material batu bara dan dampaknya terhadap ekosistem pesisir, kata Widodo.
Analisis juga memanfaatkan model oseanografi global yang dikonfirmasi menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi pola penjalaran gelombang di perairan Jepara. Hasil analisis menunjukkan gelombang dominan datang dari arah utara hingga timur laut.
Data pemodelan juga merekam kondisi tinggi gelombang pada beberapa periode sejak tongkang mulai mengalami kemiringan pada akhir Juni hingga kondisi terakhir pada Juli 2026. Informasi tersebut dipadukan dengan pemodelan arus dan pasang surut untuk memperkirakan arah perpindahan serpihan batu bara. Sehingga, lokasi yang berpotensi terdampak dapat diprioritaskan dalam kegiatan verifikasi lapangan.
Sementara itu, Reza berperan melakukan pengambilan sampel air, sedimen, dan bentos untuk mengidentifikasi keberadaan material batu bara sekaligus menganalisis tingkat pencemaran dan potensi kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Hasil analisis tersebut selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu lingkungan sebagai dasar penilaian kondisi ekosistem perairan.



