Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

Spesies Lansium domesticum Correa, tumbuhan yang mendominasi di lokasi kawasan wisata Hungayono, Taman Nasional (TN) Bogani Nani Wartabone. FOTO: Bantali, et al/Bioculture Journal

Darilaut – Tim peneliti  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG)  menemukan empat tumbuhan langka yang masuk status konservasi dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Lokasi ini berada di kawasan wisata Hungayono, Taman Nasional (TN) Bogani Nani Wartabone di Provinsi Gorontalo.

Empat tumbuhan ini, dengan kategori risiko rendah sebanyak 1 spesies yaitu Aglaia argentea Blume. Kategori rentan ditemukan sebanyak 2 spesies yaitu Aglaia coriacea Korth. ex Miq. dan Aglaia Angustifolia (Miq.) Miq., serta kategori hampir terancam ditemukan satu spesies Aglaia puberulanthera C. DC.

Penelitian dilakukan oleh Moh Sapitri Bantali, Dewi Wahyuni K. Baderan, dan Melisnawati H. Angio. Hasil penelitian dengan judul Diversity of Meliaceae family in Bogani Nani Wartabone national park (Hungayono tourism object)” telah dipublikasikan dalam Bioculture Journal Vol. 2 No. 2 tahun 2025.

Spesies Aglaia puberulanthera C. DC. kategori hampir terancam dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta Aglaia coriacea Korth masuk kategori rentan IUCN di lokasi kawasan wisata Hungayono, Taman Nasional (TN) Bogani Nani Wartabone. FOTO: Bantali, et al/Bioculture Journal

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat 10 spesies tumbuhan famili Meliaceae. Spesies tersebut masing-masing: Aglaia puberulanthera C.DC, Aglaia coriacea Korth. ex Miq, Aglaia Angustifolia (Miq.) Miq, Aglaia argentea Blume, Aglaia Sp, Didymocheton gaudichaudianus A.Juss, Walsura pinnata Hassk, Dysoxylum sp.1, Dysoxylum sp.2, dan Lansium domesticum correa.

Di lokasi penelitian total terdapat 192 individu yang didominasi oleh tanaman Lansium domesticum correa sebanyak 68 individu, Aglaia Sp. sebanyak 39 individu, dan Didymocheton gaudichaudianus A.Juss sebanyak 20 individu.

Semua spesies memiliki cara hidup yang sama, yaitu terestrial dengan perawakan semak. Tumbuhan Meliaceae merupakan pohon yang sangat umum di kanopi dan lapisan bawah hutan dataran rendah.

Indeks keanekaragaman tumbuhan famili Meliaceae di TN Bogani Nani Wartabone di sub-area objek wisata Hungayono tergolong sedang atau bisa dikatakan cukup stabil dengan nilai 1,91. Hal ini berdasarkan perhitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener.

Parameter vegetasi yang paling berguna untuk membandingkan komunitas adalah indeks keanekaragaman. Parameter ini sangat berguna untuk mempelajari berbagai dampak gangguan faktor lingkungan atau abiotik pada komunitas, serta untuk memahami keadaan suksesi dan stabilitas komunitas.

Hal ini didasarkan pada fakta bahwa suatu komunitas memiliki banyak jenis tumbuhan vegetasi, sehingga semakin tua dan stabil kondisi komunitas tersebut, semakin banyak jenis tumbuhan yang berbeda.

Indeks keanekaragaman sedang di suatu wilayah menunjukkan keseimbangan ekosistem yang cukup stabil. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan objek wisata Hungayono merupakan kawasan yang ekosistemnya masih cukup terjaga di tengah tekanan ekologis.

Keanekaragaman spesies yang moderat disebabkan oleh perubahan vegetasi yang berulang, serta nutrisi, cahaya, dan air yang diambil oleh vegetasi.

Oleh karena itu, bentuk dan jumlah spesies tumbuhan tersusun sesuai dengan tempat tumbuhnya. Rendahnya tingkat keanekaragaman spesies tumbuhan disebabkan oleh kerentanan kawasan tempat tumbuhan hidup terhadap berbagai gangguan.

Selain inventarisasi spesies, peneliti juga mengukur faktor lingkungan seperti suhu udara (28,3°C), kelembapan (84%), dan pH tanah (6,5).

Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan Hungayono merupakan hutan hujan tropis yang sangat mendukung pertumbuhan tumbuhan Meliaceae.

Spesies Aglaia angustifolia (a) dan Aglaiaargentea Blume (b) tumbuhan langka yang masuk Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) di lokasi kawasan wisata Hungayono, Taman Nasional (TN) Bogani Nani Wartabone. FOTO: Bantali, et al/Bioculture Journal

Hungayono salah satu objek wisata alam di Provinsi Gorontalo yang sering dikunjungi wisatawan. Akibatnya, habitat tumbuhan langka semakin terdegradasi.

Jumlah spesies dan individu suatu komunitas menentukan keanekaragaman komunitas itu sendiri. Jika suatu komunitas memiliki banyak spesies tanpa spesies dominan, keanekaragaman spesies komunitas tersebut akan tinggi.

Tingkat keanekaragaman yang tinggi dan rendah di suatu wilayah menentukan tingkat stabilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Hasil studi ini, menurut tim peneliti, menyediakan data dasar penting bagi pengelolaan keanekaragaman hayati dan dapat menjadi rujukan bagi kebijakan konservasi, pendidikan lingkungan, serta pengembangan ekowisata berkelanjutan di TN Bogani Nani Wartabone.

Exit mobile version