Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan dropping logistic untuk membantu warga yang terisolir akibat banjir dan longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.
Logistik akan dikirim dengan menggunakan pesawat carter Express Air dan helikopter jenis MI 8 – MTV yang diterbangkan dari Palangka Raya di Kalimantan Tengah menuju Bandara Sam Ratulangi di Manado. Pesawat carter dan helikopter tiba Senin (3/8) dan Selasa (4/8).
Adapun rincian logistik dan peralatan yang akan dikirim meliputi tenda keluarga 25 unit, tenda pengungsi 5 set, kasur lipat atau velbed 125 unit. Kemudian, matras 1.000 lembar, selimut 5.000 lembar, perlengkapan bayi dan balita atau kidsware 200 paket dan sandang sebanyak 375 paket.
Hasil koordinasi sementara, logistik dan peralatan akan disimpan dan didistribusikan dari Bandara Sam Ratulangi untuk memudahkan proses pengiriman logistik menggunakan helikopter, dengan prioritas utama tiga kecamatan yang terisolir.
3 kecamatan yang terisolir masing-masing Kecamatan Helumo, Kecamatan Tomini dan Kecamatan Posigadan. Dampak kerusakan bencana banjir dan longsor menyebabkan 29 unit rumah hanyut, 64 unit rumah rusak berat, 5 unit jembatan rusak berat dan 5 ruas jalan rusak.
Sebanyak 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor, serta seorang warga dilaporkan meninggal dunia.
BNPB terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan Percepatan Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Hal itu dilakukan sekaligus sebagai kesiapan dalam menghadapi ancaman terjadinya banjir di wilayah lain, mengingat curah hujan tinggi diprakirakan terjadi sampai dengan bulan Oktober 2020.*
