Darilaut – Sejumlah penyelundup narkoba menyamar dengan menggunakan kapal pesiar dan kapal penangkap ikan. Petugas berhasil mengungkap dan menangkap para penyelundup narkoba (Narkotika , Psikotropika, dan obat-obatan terlarang) rute Amerika Selatan melalui Atlantik ke Eropa.
Mengutip Maritime-executive.com (22/4) enam penyelundup narkoba yang menyamar sebagai penumpang kapal pesiar Costa Diadema ditangkap petugas. Penyelundup sedang menaiki kapal penumpang tersebut di Santos untuk memulai penyeberangan ke Eropa.
Pekan lalu, untuk kedua kalinya, penyelundup narkoba Brasil yang menyamar sebagai penumpang kapal pesiar ditangkap ketika mencoba mengangkut kokain antara Brasil dan Eropa.
Kelompok terakhir dicegat menaiki kapal pesiar yang berangkat untuk pelayaran transatlantik, sementara kelompok sebelumnya dicegat di Spanyol setelah menyelesaikan penyeberangan dari Brasil.
Policia Federal Brasil mengumumkan penangkapan dilakukan pada 18 April dan melaporkan bahwa enam orang ditahan setelah mencoba naik ke Costa Diadema Costa di pelabuhan Santos.
Kapal itu mengangkut penumpang untuk pelayaran transatlantik 18 malam dengan pemberhentian pelabuhan di Tenerife, Cadiz, dan Barcelona di Spanyol sebelum pelabuhan terakhirnya, Savona, Italia.
Tidak jelas apakah para penyelundup berencana melakukan perjalanan ke Spanyol atau Italia sebagai tujuan mereka.
Anjing polisi di dermaga memberi tahu pihak berwenang tentang masalah dengan bagasi. Ketika koper digeledah, ditemukan kompartemen tersembunyi yang berisi kokain.
Selain itu, seorang penumpang pria ditemukan juga memiliki kokain yang melilit di pinggangnya lebih dari 30 kilogram kokain.
Mereka yang ditangkap termasuk lima warga Brasil dan satu warga negara Argentina.
Mereka ditangkap selama operasi yang sedang berlangsung yang berfokus pada penumpang transatlantic. Polisi juga melaporkan penangkapan di bandara dengan orang-orang yang mencoba membawa obat-obatan ke pesawat.
Sebelumnya masih di bulan April, 10 penumpang diturunkan dari MSC Seaside ketika tiba di Valencia, Spanyol selama pelayaran transatlantik dari Brasil.
Badan penegak hukum nasional Spanyol melaporkan penemuan 54 kilogram kokain yang disembunyikan dalam 15 buah koper. Semua orang yang ditangkap dalam kasus itu adalah warga negara Brasil.
Kedua kapal pesiar tersebut telah berlayar dari Brasil selama musim tahunan yang dimulai pada bulan Oktober dan berlangsung hingga akhir Maret dan awal April.
Kapal-kapal tersebut mengubah posisi untuk pelayaran musim panas di Mediterania, yang menurut pihak berwenang membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi penyelundup narkoba yang berharap untuk berbaur dengan para penumpang.
Selama dua tahun terakhir, pihak berwenang melaporkan bahwa kartel narkoba menggunakan taktik baru dan lebih berani dalam upaya mereka untuk mengangkut narkotika dari Amerika Selatan.
Pelabuhan Eropa telah melihat peningkatan ukuran pengiriman dan taktik baru termasuk mencoba menggunakan pelabuhan regional yang lebih kecil, dalam upaya untuk menghindari penegakan hukum.
Kapal Ikan
Mengutip Abc.net.au (18/4) polisi Spanyol menyita hampir 3 ton kokain yang disembunyikan di kapal penangkap ikan.
Lima orang telah ditangkap setelah sebuah kapal nelayan yang membawa hampir 3 ton kokain dicegat di Kepulauan Canary, kata polisi Spanyol.
Sebuah patroli udara Spanyol melihat kapal yang mencurigakan, AKT 1, dan dihentikan pada 13 April oleh patroli penjaga pantai Spanyol sekitar 300 mil laut selatan kepulauan Spanyol ketika mencoba menyamar sebagai kapal penangkap ikan lain.
Polisi Spanyol menyita 2,9 ton kokain, yang diperkirakan bernilai 72 juta euro ($A105 juta), yang disembunyikan di salah satu tangki bahan bakar kapal.
Kapal itu dikembalikan ke Gran Canaria pada hari Sabtu dan kelima tahanan itu ditahan di Las Palmas.
“Ketika kami naik, (petugas) mengamati kapal nelayan itu mengangkut sejumlah besar bundel yang biasanya digunakan untuk perdagangan kokain, sehingga lima awak kapal – empat berkebangsaan Turki dan seorang warga Georgia – segera ditangkap,” kata Spanish Civil Guard.
Polisi mengatakan mereka fokus untuk menindak apa yang mereka sebut “rute Afrika” bagi para penyelundup Amerika Selatan yang mentransfer banyak obat-obatan ke kapal penangkap ikan di tengah Atlantik sebelum menyelundupkannya ke Eropa.
Kokain di Puerto Rico
Sementara itu, Maritime-executive.com (24/4) juga melaporkan, U.S. Coast Guard cutters yang berbasis di Puerto Rico mencegat kokain senilai $ 12 juta dalam dua penangkapan selama rentang waktu seminggu.
Pada 6 April, sebuah pesawat patroli Pabean dan Perlindungan Perbatasan melihat sebuah kapal mencurigakan di utara San Juan.
Sektor San Juan mengalihkan kapal Joseph Tezanos, yang tiba di lokasi dan mencegat perahu kecil yang melaju cepat.
Kapal itu membawa tiga orang, semuanya warga negara Republik Dominika, dan delapan bal yang diduga selundupan. Zat itu dinyatakan positif kokain.
Awak Tezanos menangkap para tersangka dan menyita barang selundupan. Seorang anggota memerlukan perawatan medis di darat dan dibawa ke rumah sakit di Puerto Rico tak lama setelah larangan tersebut.
Pada 11 April, sebuah pesawat patroli CBP melihat sebuah kapal mencurigakan di barat laut Aguadilla, Puerto Rico.
Sektor San Juan mengalihkan kapal pemotong Heriberto Hernandez, yang tiba dan mencegat kapal cepat sepanjang 25 kaki.
Kapal itu membawa empat orang (semua warga negara Republik Dominika) dan enam bal yang diduga selundupan, yang dites positif mengandung kokain.
Tersangka kemudian ditangkap dan dibawa ke tahanan, serta menyita obat-obatan.
Sumber: Maritime-executive.com dan Abc.net.au
