Penyumbang Inflasi Provinsi Gorontalo Februari 2026 Tarif Listrik, Emas dan Ikan

GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Secara umum perkembangan harga berbagai komoditas di Provinsi Gorontalo pada Februari 2026 menunjukkan adanya kenaikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mengatakan komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan inflasi year on year (y-on-y) pada Februari 2026, antara lain: tarif listrik, emas perhiasan, ikan layang/ ikan benggol, ikan selar/ ikan tude, ikan cakalang/ ikan sisik.

Selain itu, bawang merah, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan daun bawang.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: cabai rawit, tomat, sabun detergen bubuk, kangkung, telepon seluler, minyak goreng, terong, bensin, bawang putih, dan sandal anak.

Komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan inflasi month to month (m-to-m) pada Januari 2026, antara lain: cabai rawit, tomat, emas perhiasan, ikan layang/ ikan benggol, es, telur ayam ras, ikan tuna, minyak goreng, daging ayam ras, dan terong.

Komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: bawang merah, ikan selar/ ikan tude, beras, ikan teri, makanan hewan peliharaan, apel, bensin, ikan mujair, parfum, dan sawi hijau.

Hasil pemantauan BPS Provinsi Gorontalo, pada Februari 2026 inflasi y-on-y sebesar 5,30 persen, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,95 pada Februari 2025 menjadi 110,51 pada Februari 2026.

Selain itu, Provinsi Gorontalo mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,83 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,12 persen.

Menurut  BPS Provinsi Gorontalo inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 17,50 persen.

Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,60 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,99 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,72 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,88 persen.

Lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,64 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,42 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,35 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,27 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,87 persen.

Pada Februari 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan inflasi y-on-y yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,31 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,21 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,89 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,10 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen.

Exit mobile version