Perekonomian Provinsi Gorontalo Tahun 2024 Terendah di Pulau Sulawesi

Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Provinsi di Pulau Sulawesi (persen) tahun 2024. GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Perekonomian Provinsi Gorontalo tahun 2024 tumbuh sebesar 4,13 persen. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut terendah dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi tahun 2024 di Pulau Sulawesi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 9,89 persen. Kemudian Sulawesi Tenggara sebesar 5,40 persen, Sulawesi Utara 5,39 persen, Sulawesi Selatan 5,02 persen dan Sulawesi Barat 4,76 persen.

Dalam Berita Resmi Statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Rabu (5/2) menjelaskan bahwa perekonomian Gorontalo tahun 2024 yang dihitung berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 54.555 miliar dan PDRB perkapita mencapai Rp 44,43 juta atau US$ 2.803,48.

”Ekonomi Gorontalo tahun 2024 tumbuh sebesar 4,13 persen, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 4,50 persen,” kata BPS Provinsi Gorontalo.

Menurut BPS, pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha. Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor merupakan kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 7,48 persen, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,42 persen,  serta Konstruksi sebesar 6,41 persen.

Adapun struktur PDRB Gorontalo menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 37,29 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,22 persen; serta Konstruksi sebesar 11,34 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2024 (c-to-c), kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan kategori dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 1,12 persen; diikuti oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,98 persen; dan Konstruksi sebesar 0,70 persen.

Dari sisi pengeluaran, kata BPS, pertumbuhan ekonomi kumulatif triwulan IV-2024 terhadap kumulatif triwulan IV-2023 (c-to-c) terjadi pada semua komponen.

Tiga komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,24 persen; diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 8,69 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,10 persen.

Struktur PDRB Gorontalo menurut Pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2024 tidak menunjukkan perubahan yang berarti, kata BPS.

Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang mencakup lebih dari separuh PDRB Gorontalo sebesar 62,07 persen.

Komponen lain yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 28,52 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,30 persen; serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (P-KP) sebesar 17,35 persen.

Kontribusi Komponen Perubahan Inventori dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) relatif kecil, masing-masing sebesar 1,33 persen dan 0,79 persen. Di sisi lain, Komponen Impor Barang dan Jasa (sebagai faktor pengurang di dalam struktur PDRB) berkontribusi sekitar 37,37 persen.

Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,44 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,34 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,65 persen.

Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2024 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 0,91 persen.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 3,13 persen.

Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 33,46 persen.

Exit mobile version