Perikanan Tuna, Tangkapan Meningkat Nilai Menurun

Ikan tuna sirip biru Atlantik, mengalami kelangkaan karena penangkapan yang tidak berkelanjutan. FOTO: Solvin Zankl/Wild Wonders of Europe VIA PEW

Darilaut – Perikanan tuna komersial menyumbang lebih dari $ 40 miliar setiap tahun bagi perekonomian global. Namun, laporan studi yang dirilis 6 Oktober 2020 oleh The Pew Charitable Trusts, menemukan bahwa meskipun jumlah hasil tangkapan meningkat, nilainya menurun.

Laporan terbaru dengan judul “Netting Billions 2020: A Global Tuna Valuation,” memperkirakan hasil tangkapan, nilai saat didaratkan di dermaga, dan nilai akhir perikanan yang menargetkan tujuh spesies tuna paling penting secara komersial pada tahun 2016 dan 2018.

Sebelumnya, Pew telah melakukan penilaian dan menerbitkan studi yang sama pada 2016.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa hasil tangkapan naik dari 4,6 juta metrik ton pada 2012 menjadi 5,2 juta metrik ton pada 2018.

Namun meskipun lebih banyak tuna ditangkap dan dijual, nilai akhirnya — jumlah total yang dibayarkan oleh konsumen di restoran dan supermarket — turun menjadi sekitar $ 40,8 miliar pada 2018, hampir $ 1 miliar lebih sedikit dibandingkan 2012.

Karena penilaian tuna dalam laporan tersebut tidak memasukkan nilai yang substansial, sulit diukur terkait dengan tangkapan yang tidak dilaporkan.

Ikan yang ditangkap dalam perikanan tuna non-komersial, dan perkiraan nilai tuna bagi ekosistem laut, nilai sebenarnya dari tuna dunia mungkin jauh lebih besar dari $ 40,8 miliar.

“Bisnis tuna sangat berharga,” kata Amanda Nickson, salah satu tim Pew’s international fisheries, dalam siaran pers 6 Oktober 2020.

“Tapi sekarang kita dapat melihat secara meyakinkan bahwa menangkap lebih banyak ikan tidak selalu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar,” kata Nickson.

Laporan tersebut memberikan data berdasarkan wilayah samudera, spesies, dan peralatan yang digunakan untuk menangkap tuna.

Berdasarkan data tersebut ditemukan total tangkapan di Samudra Pasifik memiliki nilai tertinggi di antara kawasan mana pun.

Hasil analisis penangkapan di Samudra Pasifik diperkirakan lebih dari $ 26 miliar setiap tahun.

Secara global, cakalang menyumbang lebih dari setengah dari total volume semua tuna yang didaratkan secara global, dengan nilai akhir $ 16,1 miliar pada 2018.

Kapal pukat cincin dengan menggunakan jaring besar berhasil mendaratkan tuna senilai $ 23,4 miliar, untuk mayoritas tuna yang ditangkap di seluruh dunia.

Permintaan yang tinggi untuk produk tuna menyebabkan penangkapan berlebih untuk beberapa stok.

Selama beberapa dekade terakhir, tuna sirip kuning Pasifik timur, sirip biru Pasifik, matabesar Atlantik, sirip kuning Samudra Hindia, dan sirip biru selatan, hasil tangkapan keseluruhan sebesar $ 8,5 miliar pada 2018.

Hasil ini berada di level yang telah ditentukan oleh para ilmuwan sebagai berkelanjutan. Penangkapan yang berlebihan dan terus-menerus dapat mengurangi ukuran dan nilainya. Hal ini dapat menyebabkan kerugian biologis dan ekonomi.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pengelolaan perikanan yang berkelanjutan harus ditingkatkan dan dibangun kembali.

Tuna sangat penting untuk ekosistem laut, industri perikanan, dan mata pencaharian nelayan. Untuk itu, perlu pengelolaan dengan kehati-hatian berbasis sains yang dapat memastikan spesies kunci ini dapat pulih kembali dan berkelanjutan.

Exit mobile version